Netral English Netral Mandarin
07:18wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Terawan Sebut Vaksin Nusantara Bisa Diproduksi hingga 10 Juta Dosis per Bulan

Selasa, 16-Februari-2021 23:19

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) yang juga Inisiator Vaknus, Terawan Agus Putranto berkunjung ke RSUP dokter Kariadi Semarang.
Foto : Istimewa
Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) yang juga Inisiator Vaknus, Terawan Agus Putranto berkunjung ke RSUP dokter Kariadi Semarang.
26

JAKARTA, NETRALNEWS.COM -Vaksin Nusantara (Vaknus) mulai dikembangkan September tahun lalu dan saat ini sudah sampai tahap uji klinis fase kedua. Vaknus adalah vaksin berbasis sel dendritik yang sebelumnya telah dikembangkan oleh AIVITA Biomedical Inc di California, Amerika Serikat. 

Mantan Menteri Kesehatan (Menkes) yang juga Inisiator Vaknus, Terawan Agus Putranto, mengatakan, bila lolos semua tahap uji klinis di semua tahap dan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaknus akan diproduksi secara massal.

"Bisa diproduksi hingga 10 juta dosis per bulan,” kata Terawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (16/2/2021). 

Terawan mengatakan, Indonesia harus mampu memproduksi vaksin Covid-19. "Kita harus punya kemampuan mandiri untuk membuat vaksin yang platformnya individual," bebernya.

Pengembangan Vaknus melibatkan peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Diponegoro Semarang dan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Vaknus direkayasa aman untuk segala usia, mulai dari anak-anak di bawah 17 tahun sampai usia di atas 60 tahun. Juga aman untuk orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Sebelumnya, untuk memastikan perkembangan uji klinis tahap kedua vaksin Covid-19 terbaru yang diberi nama vaksin Nusantara, Komisi IX DPR RI berkunjung ke RSUP dokter Kariadi Semarang. Vaksin buatan anak bangsa ini, hanya satu kali suntik dan berlaku untuk semua tanpa terkecuali baik lansia,komorbid, penderita hipertensi, ataupun auto imun.

Kunjungan Komisi IX DPR ke RSUP dr Kariadi Semarang ini dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi IX, Emanuel Melkiades Laka Lena. Kedatangan Komisi IX ini untuk memastikan perkembangan uji klinis tahap kedua vaksin Nusantara.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli