Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:42wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Tengku Zul: Kasihan Pak SBY, Semoga Jadi Pelajaran agar Jangan Angkat Orang Berjiwa 'Brutus', Kecewa Ujungnya...

Sabtu, 06-Maret-2021 13:05

Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain
Foto : NKRIKU
Mantan Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Merasa Demokrat telah dikudeta, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)mengatakan bahwa selama 10 tahun ia menjadi Presiden, merasa tak pernah ganggu partai lain.

Keprihatinan SBY juga dirasakan mantan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain. Ia pun memberikan nilai hikmah di balik kasus tersebut. 

"Kasihan pak SBY... Semoga ini jadi pelajaran bagi para pejabat negara agar jangan mengangkat orang yang berjiwa "Brutus". Kecewa ujungnya..." kata Tengku Zul.

Seperti diketahui sebelumnya, SBY mengaku tidak menyangka kudeta kepemimpinan di Partai Demokrat bakal terjadi. Apalagi pengambilalihan kepemimpinan kursi ketua umum itu dilakukan oleh orang yang berada di lingkar kekuasaan. Yaitu Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

"Sebagai orang yang menggagas berdirinya Partai Demokrat termasuk yang membina dan membesarkan partai ini bahkan pernah memimpinnya tak pernah terlintas dalam pikiran saya bahwa partai Demokrat akan dibeginikan," ujar SBY dalam konferensi pers, Jumat (5/3).

SBY menuturkan, selama 10 tahun menjadi Presiden RI, tidak pernah ia mengganggu atau merusak partai lain. Seperti apa yang dialami Partai Demokrat hari ini.

"Saya benar-benar tidak menyangka karena sewaktu selama 10 tahun saya memimpin Indonesia dulu baik secara pribadi maupun Partai Demokrat yang saya bina tidak pernah mengganggu dan merusak partai lain seperti yang kami alami saat ini," ujar SBY.

Sebulan lalu, kata SBY, ucapan nyinyir dan menyerang Partai Demokrat bertubi-tubi datang ketika mengungkap dugaan kudeta yang direncanakan Moeldoko bersama kader dan mantan kader Demokrat. Saat itu banyak pihak meragukan pengambilalihan ketua umum Partai Demokrat benar-benar terjadi.

Namun, SBY mengatakan, hal itu menjadi terang saat Kongres Luar Biasa (KLB) ilegal yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum Partai Demokrat.

Moeldoko dinilai benar-benar tega dan berdarah dingin melakukan kudeta Partai Demokrat.

"Hari ini sejarah telah mengabadikan apa yang terjadi di negara yang kita cintai ini memang banyak yang tercengang banyak yang tidak percaya bahwa KSP Moeldoko yang bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta ini," tutur SBY

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto