Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:06wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Temui Penghuni Kolong Tol, Risma Ingin Berdayakan Mereka melalui Usaha Mikro Warung Pecel Lele

Rabu, 30-December-2020 11:20

Mensos Risma temui warga penghuni bawah tol Gedong Panjang, Pluit, Jakarta Utara. 
Foto : Humas Kemensos
Mensos Risma temui warga penghuni bawah tol Gedong Panjang, Pluit, Jakarta Utara. 
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kembali blusukan. Pagi ini, Rabu (30/12/2020), Risma dan rombongan kecil menemui sekelompok warga yang menjadi penghuni bawah tol Gedong Panjang, Pluit, Jakarta Utara. Kepada penghuni gubuk dan bangunan liar bawah tol, Risma menyampaikan pesan yang sama dengan warga di bantaran kali yang sudah ditemuinya pada Senin (28/12/2020), yakni memotivasi mereka agar memiliki semangat memperbaiki taraf hidup, seraya menawarkan program pemberdayaan. 

Risma mempersilakan para pria penghuni bawah tol untuk meneruskan profesi sebagai pemulung. Sementara untuk ibu-ibu akan diajari membuka usaha mikro. Ia menawarkan ibu-ibu mengolah warung lele di mana peternakaannya dan bibit lelenya sudah dikelola di Balai Rehabilitasi Sosial Eks Gelandangan dan Pengemis (BRSEGP) "Pangudi Luhur" Bekasi. 

“Bapak-bapak nggak papa cari uang tetap menjadi pemulung. Nanti, ibu-ibu kita ajari cari uang. Di belakang itu ada lele (halaman belakang BRSEGP 'Pangudi Luhur') nanti kita buat pecel lele atau buat yang lain. Nanti kita bisa jual, ya," kata Risma di hadapan penghuni bawah tol Gedong Panjang, Pluit.

"Kemarin itu di Balai 'Pangudi Luhur' itu di pinggir jalan gede. Nanti aku yang ngresmikan. Ya, penjenengan percoyo lek aku sing ngresmikan lak akeh sing tuku (Anda semua percaya saja, kalau saya yang meresmikan akan banyak yang membeli),” sambungnya diselingi logat Bahasa Jawa.  

Dalam kunjungan yang didampingi Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat itu, Risma juga tak lupa menyapa anak-anak. ”Ayo anak-anak harus jadi anak pintar. Nanti ibu kasih beasiswa ya. Buktikan kalau kalian bisa menjadi sukses meskipun saat ini menjadi penghuni kolong tol,” ujarnya. 

Kepada warga setempat, Risma menekankan bila mau mengubah nasib memang harus melalui pendidikan. Ia menyatakan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah serius dan nyata untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu selama menjadi Wali Kota Surabaya, seperti anak pemulung, tukang batu, tukang tambal hingga tukang pijat. 

“Mereka sudah banyak yang menjadi sarjana. Nanti saya berikan beasiswa. Nanti saya beli barang-barang yang dikumpulkan ini. Saya ini ibunya pemulung,” ungkapnya. 

Lebih lanjut, Risma membeberkan bahwa alasannya blusukan menemui penghuni bawah tol adalah semata-mata untuk mengajak mereka mengubah nasib. 

"Silahkan saja ‘saya ini pemulung bu’. Nanti saya siapkan pulungannya.  Aku sing njaluk (saya yang minta). Nanti saya carikan sampah kementerian untuk panjenengan. Tapi tempatnya tidak di sini, Pak, karena tidak sehat. Nanti saya berikan tempat, panjenengan lihat dulu. Iku onok omah apik-apik, Pak (itu ada rumah bagus-bagus, Pak). Kosong. Aku yo isin (saya ya malu), Pak. Iku onok kamare, onok ruang tamune (itu ada kamarnya, ada ruang tamunya),” jelasnya. 

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengajak berdiskusi perwakilan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang hadir di lokasi kunjungan. Risma berencana melibatkan mereka untuk menjangkau pelayanan terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS). 

Blusukan, menemui gelandangan dan pemulung juga dilakukan Risma di hari pertama berdinas, Senin lalu. Seperti gaya kepemimpinannya saat menjabat Wali Kota Surabaya, Risma berdialog dengan seorang pemulung di jembatan, tepatnya di Fly Over Pramuka, Jalan Pramuka Sari II. Risma juga turun ke bawah jembatan menyusuri bantaran kali. Ia menyampaikan lagi tawarannya agar mereka sudi mengubah nasib. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian