Netral English Netral Mandarin
banner paskah
11:02wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Tekan Konsumsi Daging, Peneliti Siapkan Produk Pengganti dari Protein Nabati

Senin, 29-Maret-2021 19:40

Daging steak banyak digemari masyarakat
Foto : Pixabay
Daging steak banyak digemari masyarakat
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kamu seorang penggemar daging dan tinggal atau berencana tinggal di Eropa dan Amerika Serikat, siap-siap merana. Pasalnya, kawasan Eropa dan Amerika dikabarkan akan melarang konsumsi daging mulai tahun 2025. 

Tahun tersebut, diprediksi akan jadi puncak konsumsi daging di kawasan Eropa dan Amerika Serikat Budaya memakan daging memang sangat populer di sana. Daging selain jadi makanan utama, juga dijadikan makanan frozen untuk sekadar kudapan. 

Sebagai antisipasi akan kekurangan daging jika terjadi krisis, maka para peneliti tengah menyiapkan sebuah produk pengganti daging yang berasal dari protein nabati. 

"Protein alternatif dalam waktu dekat akan dicocokkan dengan protein hewani dari rasa, tekstur hingga harga," kata Benjamin Morac selaku direktur manager BCG seperti dilansir dari Plant Based News (24/3/2021).

Selain menyiapkan produk pengganti daging, para peneliti juga akan mempertimbangkan faktor harga karena akan menjadi pertimbangan pertama untuk diterima konsumen. Prediksi produk hewani bahkan akan diciptakan alternatifnya seperti burger yang terbuat dari kedelai, kacang polong dan protein nabati lain yang mungkin akan direalisasikan oada 2023 atau lebih cepat.

"Arena untuk mengembangkan protein alternatif cukup luas dan perkembangannya cukup pesat," kata Bjorn Witte selaku rekan manager dan CEO BHC.

Selanjutnya, alternatif protein ini juga akan dicoba dengan bahan-bahan yang mengandung mikroorganisme. Misalnya seperti jamur, ragi serta alga yang direncanakan akan telah berkembang pada 2025.

Tidak hanya mencari alternatif melalui tumbuhan, alternatif menumbuhkan sel hewan juga dilakukan. Sel-sel hewan yang akan ditumbuhkan ini diprediksi akan siap untuk dipasarkan pada 2032.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP