Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:56wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Tata Balai Kota, Gubernur Anies Gelontorkan Rp2 Miliar, Netizen: Masak Tiap Tahun Direnovasi

Jumat, 16-April-2021 08:45

Gubernur Anies Baswedan
Foto : Istimewa
Gubernur Anies Baswedan
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kebijakan Gubernur ANies Baswedan menggelontorkan dana sekitar Rp2 Miliar untuk penataan Balai Kota ramai menjadi sorotan publik di media sosial.

Hal ini seperti tercermin di akun FB Mak Lambe Turah, Jumat 16 April 2021. Sejumlah netizen memberikan pandangan dan komentar pedas. 

MLT: “Mangstapppp.”

Nisa Kirana: “Padahal masih banyak yg perlu ditata dripda balai kota.”

Ross Dalima Gawas: “Wuedhaaaaaan....”

Ester Hanjaya: “Kalau masih bisa dipakai masak tiap tahun direnovasi.”

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelontorkan anggaran hingga Rp2 miliar untuk melakukan penataan ulang sejumlah ruangan di gedung Balai Kota DKI Jakarta. Besaran anggaran ini telah dikonfirmasi Kepala Biro Umum Setda Provinsi DKI Jakarta, Budi Awaludin.

“Perbaikan ruangan sebesar kurang lebih Rp1,5 sampai 2 Miliar setahun," kata Budi ketika dikonfirmasi Kamis (15/4/2021).

Budi mengaku, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setiap tahunnya mamang menganggarkan biaya penataan gedung Balai Kota, nominal ongkos yang disediakan Anies tahun ini sama besarnya dengan biaya tahun lalu.

“Anggaran renovasi di biro umum untuk ruangan masih sama dengan tahun kemarin,” tuturnya.

Budi memastikan, penataan kali ini tidak sampai pada perbaikan fisik dan desain ulang konstruksi ruangan, penatan itu dilakukan untuk menyesuaikan kondisi ruangan karena ada beberapa dinas yang dilebur menjadi satu, sehingga secara otomatis pegawai yang selama ini terpisah ruangan akan bekerja dalam satu ruangan yang sama.

"Peleburan beberapa biro menjadi satu juga mempengaruhi kebutuhan ruangan yang harus ditata," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi Setda Provinsi DKI Jakarta, Bayu Meghantara menegaskan penataan ulang sejumlah ruangan di balai kota hanya sebatas perpindahan tempat para pegawai dari satu ruangan ke ruangan yang lain, sehingga hal ini juga berpengaruh pada konsep tata ruang kerja, dia juga memastikan tak ada perombakan fisik ruangan.

“Eggak, nggak ada (konstruksi fisik). Contohnya dulu kan biro administrasi sekarang ditempati sama biro ASD kerja sama. Masing masing. Pindahin kursi ya cuman diangkat saja gitu,” tuturnya seperti dinukil Akurat.co.

Adapun perintah menata ruangan di gedung Balai Kota DKI, dituangkan Anies Baswedan dalam Keputusan Gubernur Nomor 442 Tahun 2021 tentang Penataan Ruang Kantor Perangkat Daerah/Unit Kerja pada Perangkat Daerah di Gedung Kompleks Balai Kota.

Salah satu ruangan yang disasar dalam proyek ini adalah ruangan Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Tidak hanya itu, dalam Kepgub itu Anies Baswedan juga meminta pengadaan pusat kebugaran atau fitness.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto