Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:02wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Wah, Target Rumah DP Rp0 Dipangkas Sangat Banyak, EK: Anies Memang Gubernur Terbalik Sepanjang Masa...

Minggu, 14-Maret-2021 15:50

Kolase Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Eko Kuntadhi
Foto : Kolase Netralnews
Kolase Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Eko Kuntadhi
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari mengatakan, Pemprov DKI Jakarta memotong target pembangunan rumah DP Rp 0 dari sebelumnya 232.214 unit menjadi hanya 10.460 unit.

"Target rusunami berkurang 95,5 persen sehingga hanya menjadi 10.460 unit," kata Eneng dalam keterangan tertulis, Jumat (12/3/2021).

Eko Kuntadhi langsung memberikan cuitan menyentil Anies Baswedan. Bukanya menyebut Anies sebagai gubernur terbaik, tapi ia menyebutnya "Gubernur terbalik."

"Harusnya target dipangkas jadi 80 unit aja. Jadi pembangunan rumah DP0%, sudah jauh melampaui target.  Anies memang Gubernur terbalik sepanjang masa...," kata Eko, Minggu (14/3/21).

Untuk diketahui Eneng Malianasari juga mengatakan, perubahan tersebut terlihat dalam draf perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Menurut Eneng, perubahan yang dibuat Anies merupakan tanda ketidakseriusan Anies merealisasikan janji kampanyenya.

Selain itu, Eneng juga mengungkapkan, ada perbedaan kriteria penghasilan yang bisa menikmati program rusunami.

Di Perda RPJMD, program tersebut bisa diikuti oleh warga berpenghasilan maksimal Rp 7 juta per bulan.

Namun, dalam draf perubahan RPJMD, Anies menaikkan batas penghasilan maksimal menjadi Rp 14 juta per bulan.

Padahal, penghasilan maksimal Rp 7 juta per bulan, lanjut Eneng, merupakan janji kampanye Anies.

"Belum ada penjelasan dari Pemprov DKI mengapa batas penghasilan dinaikkan menjadi Rp 14 juta. Mungkin karena hingga November 2020 masih sedikit rusun DP 0 yang terjual, yaitu hanya 481 unit," kata Eneng.

Dia memaparkan, kenaikan batas penghasilan tersebut membuat program hunian terjangkau menjadi semu karena orang-orang menengah ke bawah justru menjadi tergeser karena tidak memiliki penghasilan yang lebih mumpuni.

"Kalau begini, di mana letak keberpihakan yang dijanjikan saat kampanye?" Eneng mempertanyakan.

Dalam RPJMD sebelum perubahan, Anies menuliskan target rusunami DP Rp 0 di angka 232.214 unit, dengan 14.000 unit akan dibangun BUMD DKI Jakarta Sementara itu, 218.214 unit lainnya disediakan melalui kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) serta pengembang swasta.

Namun, dalam draf perubahan RPJMD, Anies disebut hanya menargetkan 10.460 unit, dengan rincian BUMD sebagai penyedia 6.971 unit, sisanya 3.489 disediakan oleh pengembang swasta.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto