Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:49wib
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menggunakan 17 titik periksa yang sebelumnya disiapkan untuk pengamanan mudik sebagai pos pemeriksaan Surat Izin Keluar-Masuk. Dua hari ke depan diperkirakan akan terjadi lonjakan masyarakat yang nekat mudik Idulfitri 2021.
Tak Terima Habib Rizieq Dituduh Bohong, Haikal: Apa Kata Rasulullah Nanti Saat Anak-cucunya Kau Hinakan?

Jumat, 16-April-2021 10:30

Haikal Hasan
Foto : Istimewa
Haikal Hasan
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Haikal Hassan tak terima dengan kesaksian Wali Kota Bogor Bima Arya yang menyebut Habib Rizieq Shihab (HRS) berbohong dalam kasus tes swab RS Ummi Bogor.

Haikal mengatakan, HRS dalam kondisi bugar setelah dirawat beberapa hari di RS Ummi, karenanya eks Imam Besar FPI itu meminta pulang. Apalagi, lanjut Haikal, saat itu hasil tes hasil swab PCR belum keluar.

Pernyataan Haikal itu sama seperti yang disampaikan Habib Rizieq dalam sidang lanjutan kasus tes swab RS Ummi Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, pada Rabu (14/4/2021).

"Beliau merasa bugar. Beliau minta pulang. Hasil PCR pun belum ada. Tapi Beliau dituduh bohong," tulis Haikal di akun Twitternya, dikutip netralnews.com, Jumat (16/4/2021).

Karenanya, Haikal mempertanyakan dasar apa yang dipakai Bima Arya sehingga menuding Habib Rizieq berbohong.

"Lho? Dasar apa kau tuduh bohong? Tapi...ah sudah lah...Terserah kalian," kata Sekjen HRS Center itu.

Haikal lantas menyinggung soal yaumul hisab (hari perhitungan) saat kiamat tiba. Ia menyebut, apa kata Nabi Muhammad SAW nantinya apabila HRS yang menurutnya keturunan Rasulullah telah dihinakan dengan dituduh bohong.

"Apa kata Rasulullah di yaumil hisab nanti saat anak-cucunya kau hinakan?" cuit @haikal_hassan.

Seperti diberitakan, Wali Kota Bogor Bima Arya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) kasus tes swab RS Ummi Bogor, menyatakan bahwa Habib Rizieq Shihab (HRS) berbohong mengenai kondisi kesehatannya saat dirawat di RS Ummi.

Pada sidang lanjutan kasus swab tes RS Ummi Bogor di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4/2021) dengan terdakwa Habib Rizieq, Bima yang hadir sebagai saksi menjelaskan mengapa dirinya menyebut HRS berbohong dalam BAP-nya.

Menurut Bima, berdasarkan rekam medis yang diperlihatkan penyidik saat dirinya di-BAP di Bareskrim Polri, menunjukkan bahwa kondisi kesehatan Habib Rizieq saat dirawat di RS Ummi memang terindikasi positif Covid-19. Bahkan hasil tes swab antigen menunjukkan HRS positif.

Rekam medis tersebut, lanjut Bima, tidak sesuai dengan pernyataan Rizieq yang mengaku sehat. Tak hanya itu, Bima juga menyebut pihak HRS menolak memberikan hasil tes swab PCR yang dilakukan oleh RS Ummi.

Karena itulah dalam BAP-nya, Bima menyebut apa disampaikan Habib Rizieq soal kondisinya di RS Ummi adalah bukan yang sebenarnya alias bohong.

Bima menjelaskan demikian ketika dicecar Habib Rizieq yang tak terima disebut bohong. HRS dalam persidangan itu justru menuding Bima yang berbohong. Pasalnya, HRS mengatakan saat membuat video testimoni perawatan di RS Ummi, dirinya memang dalam kondisi bugar.

Soal hasil tes swab PCR diminta Bima, Rizieq mengatakan bahwa pihaknya belum memberikan hasil tes tersebut karena memang saat itu hasilnya belum keluar. Disebutnya, tes PCR yang dilakukan tim medis Mer-C pada 27 November 2020, baru diterimanya pada 30 November.

"Kenapa saya sudah bugar, sudah cabut infus, sudah bebas makan minum, tidak ada pantangan, tidak nyesek, tidak batuk. Hasil pemeriksaan semua baik dan PCR belum keluar. (Tetapi) Anda diperiksa penyidik Anda katakan ini Habib bohong, ada di BAP anda, di mana bohongnya?" kata Habib Rizieq.

Karena hasil tes PCR belum keluar dan merasa kondisinya bugar, lanjut HRS, ia memutuskan pulang ke rumah. Apalagi, Habib Rizieq mengaku bahwa selama di RS Ummi, ia tidak nyaman lantaran merasa diteror oleh media yang menyebar hoax soal kondisinya, hingga tekanan darah istrinya naik drastis.

"Kalau saya sudah dapat hasil PCR Habib Covid-19 saya katakan saya sehat saya bohong, harus dituntut, harus dipenjara, saya rela, saya ridho. Tapi itu baru di PCR tanggal 27, 28 belum ada hasil," ungkap Habib Rizieq.

"Karena ada tekanan-tekanan di luar, ada wawancara Anda, di TV, ada media hoaks yang katakan saya mati, mampus, sekarat. Istri saya khawatir, was-was, istri saya darah tadinya 150 naik jadi 400. Ini kan bahaya, saya putuskan kalau gitu pulang, ini namanya saya dirawat dalam teror, jadi bohongnya di mana?" ucap dia.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli