Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:13wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Tak Patuhi Prokes, Ratusan Ribu Order Ditolak Ojek Online 

Selasa, 16-Maret-2021 23:00

Salah satu prokes yang diterapkan ojek online, memakai pelindung di belakang tubuhnya
Foto : Gojek Indonesia
Salah satu prokes yang diterapkan ojek online, memakai pelindung di belakang tubuhnya
21

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Di masa pandemi Covid-19, masyarakat harus terbiasa menjalankan gaya hidup atau kebiasaan baru (new normal) agar bisa tetap beraktivitas. Hal tersebut juga dilakukan oleh bisnis layanan ojek online. Mereka tetap bertahan melayani konsumen namun menerapkan protokol kesehatan. 

Prinsip ini rupanya dipegang teguh oleh Gojek. Bahkan menurut Chief Transport Officer Gojek Raditya Wibowo, ada setidaknya sebanyak 700 ribu pesanan (order) yang dibatalkan oleh mitra pengemudinya lantaran pemesan/pengguna aplikasi tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes) sebelum berkendara.

"Data internal kami menunjukkan ada lebih dari 700 ribu penolakan order yang dilakukan mitra driver kepada pelanggan yang tidak memakai masker," kata Raditya dalam diskusi media yang digelar daring, Selasa (16/3/2021).

Menurut Raditya, hal tersebut dipengaruhi oleh pemahaman dan edukasi yang baik dari mitra pengemudinya, yang disalurkan melalui implementasi protokol Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan (J3K) yang sudah digaungkan sejak awal pandemi COVID-19.

"Keseriusan Gojek dalam mengimplementasikan protokol J3K difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pilar Edukasi, Teknologi, dan Infrastruktur yang saling melengkapi. Tiga pilar ini berfungsi untuk terus mendorong kebiasaan taat protokol kesehatan yang telah terbentuk di masyarakat dapat terus dijalankan secara ketat," jelas pria yang juga akrab disapa Dito itu.

Pilar edukasi merupakan upaya kolektif untuk meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan saat beraktivitas sekaligus melawan pandemi bersama-sama, antara lain mengenai kewajiban penerapan protokol kesehatan, gerakan #PesanDariRumah, dan edukasi manfaat vaksin.

"Kami juga menemukan bahwa mayoritas mitra driver Gojek bersedia untuk divaksinasi setelah mengikuti kegiatan edukasi mengenai vaksin yang diselenggarakan oleh Gojek," kata Dito.

Ada pun gerakan #PesanDariRumah yang terinspirasi dari aspirasi keluarga mitra driver untuk selalu mengingatkan dan meningkatkan kedisiplinan serta tanggung jawab bersama antara pelanggan serta mitra driver dalam menerapkan protokol J3K selama berkendara.

“Dengan melibatkan keluarga mitra driver dalam gerakan #PesanDariRumah, kami berharap kesadaran dan kepatuhan terhadap protokol J3K terus terjaga dan dapat berkontribusi dalam upaya menekan angka penyebaran COVID-19,” ujar dia.

Selanjutnya pilar teknologi menghadirkan ragam inovasi dalam bentuk fitur teknologi di aplikasi mitra driver maupun pelanggan terkait kepatuhan menjalankan protokol kesehatan, di antaranya fitur Ceklis Protokol J3K dan Selfie Verifikasi Masker di aplikasi mitra driver dan fitur Geofencing.

Pilar Infrastruktur terdiri dari elemen-elemen fisik penunjang berjalannya protokol kesehatan, seperti pengoperasian Posko Aman dan Zona NyAman J3K, sekat pelindung, layanan Drive-Thru Vaksin dan Vaksinasi Mitra.

Gojek bekerja sama dengan Halodoc sebagai mitra resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam menghadirkan Pos Pelayanan Vaksinasi COVID-19 secara drive thru yang tersedia hingga akhir tahun 2021 di PRJ Kemayoran.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Irawan HP