Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:22wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Tak Ada Kabarnya, Kemana Hilangnya Jack Ma? 

Minggu, 03-January-2021 10:03

Pengusaha China, Jack Ma.
Foto : BBC
Pengusaha China, Jack Ma.
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Jack Ma seperti hilang ditelah Bumi setelah sejumlah masalah menghampiri dirinya akhir tahun lalu. Sejak akhir Oktober, tak ada yang tahu keberadaan pemilik Alibaba itu.

Ma diketahui juga tak hadir dalam final acara reality show yang dibintanginya yakni juri dalam program untuk wirausahawan pemula. Final di bulan November itu akhirnya tetap berlangsung tanpa kehadirannya dan serta dia tak ikut serta dalam video promosi, dikutip Daily Mail, Sabtu (2/1/2021).

Ini cukup aneh sebab beberapa minggu sebelum final, Ma sempat mengunggah tweet di akun Twitternya jika tak sabar untuk bertemu dengan kontestan. Sejak saat itu tak ada aktivitas pria 56 tahun di akunnya, padahal dia cukup aktif di Twitter.

Hilangnya Ma menambah sejumlah masalah dan kesialan yang menimpa ayah tiga anak itu selama tahun 2020. Pertama adalah kegagalan IPO bagi induk usaha Alipay, Ant Group awal November.

Hal itu terjadi tak lama setelah Ma mengkritik kebijakan pemerintah China. Dia menyatakan yang dilakukan regulator setempat terlalu berhati-hati dan membuat inovasi jadi berkurang.

Setelahnya Ma juga harus kembali terhantam kasus penyelidikan aktivitas dugaan monopoli yang dilakukan Alibaba Group. Ant Group juga diundang oleh pemerintah setempat untuk dibimbing menerapkan pengawasan keuangan, kompetisi yang ada dan melindungi hak serta kepentingan dari konsumen.

Pihak Ant menyebutkan sudah menerima undangan itu dan siap memenuhi permintaan pemerintah. Hal yang sama juga dikatakan Alibaba dan memastikan operasional perusahaan tetap berjalan normal.

Kekayaan Ma juga merosot hingga US$11 miliar tahun lalu. Tahta jadi orang terkaya se-Asia harus direlakannya dan sekarang dia berada di peringkat 25 di Bloomberg Billionaires Index. Demikian dinukil dari CNBC.

Reporter : Widita Fembrian
Editor : Widita Fembrian