Netral English Netral Mandarin
banner paskah
17:21wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Tahun Baru Jadi Identik Lebaran Orang Kristen

Kamis, 31-December-2020 10:51

Tahun Baru Jadi Identik Lebarannya Orang Kristen
Foto : FB/Birgaldo
Tahun Baru Jadi Identik Lebarannya Orang Kristen
12

MEDAN, NETRALNEWS.COM - Di Medan atau tanah Batak,  bagi umat Kristiani merayakan hari raya bukan pada saat Hari Natal 25 Desember.

Merayakan hari raya itu jatuh pada 1 Januari.  Hari Natal cuma ibadah gereja.  Sedangkan Tahun Baru adalah hari raya yang menjadi ajang silaturahmi berkumpul bersama keluarga,  sanak saudara dan saling berkunjung.

Unik ya.  Ya begitulah Sumatera Utara.  Ada ciri khas yang berbeda dengan daerah lain.  Bukan saja tradisinya yang unik,  kosa kata Medan juga banyak orang non Medan merasa aneh.  

Sebut saja kereta.  Kereta di pulau Jawa itu identik kereta api.  Di Medan kereta maksudnya sepeda motor.  Sedangkan motor di Medan artinya mobil.  Hihihi.

Nah kembali ke soal Tahun Baru.

Tidak jelas muasalnya mengapa di Sumut orang Kristen merayakan Tahun Baru seperti umat muslim merayakan lebaran.  

Padahal Tahun Baru milik semua umat manusia yang memakai kalender Masehi ini.  

Orang Jepang,  Arab, Korea,  China,  Australia,  Meksiko,  Brazil,  Haiti,  Afsel,  Inggris,  Italia,  Amerika Serikat dan juga  Indonesia pasti merayakan malam tahun baru Masehi.

Merayakannya dengan keluar rumah, turun ke lapangan besar atau jalan raya sambil meniup terompet menanti detik-detik datangnya pergantian tahun.  Kembang api menyala meluncur membelah langit.  

Bagi orang Kristen di Sumut,  merayakan malam tahun baru artinya seluruh keluarga besar kumpul di tengah malam.  Semua anggota keluarga duduk di ruang tengah.  Semua anggota keluarga harus hadir.  Yang sedang tidur wajib dibangunkan.

Saya ingat setiap malam tahun baru waktu di Medan. Kami punya ritual kecil saling bermaaf-maafan.  Biasanya acara dibuka dengan menyanyikan lagu Batak berjudul "Naung Salpu Taon Na Buruki" alias Sudah Lewat Tahun Yang Sedih.

Usai menyanyikan lagu,  dibuka dengan membaca satu dua ayat Alkitab.  Tibalah saatnya setiap kami harus bicara. Setiap orang dipaksa mandok hata atau bicara.  Gak peduli masih balita atau sudah gede.  Semua harus mandok hata.  

Semua bebas bicara apa saja. Bisa tentang rasa kecewa, jengkel, gondok. Apa saja yang menyakiti perasaan, bebas diungkapkan.  Apa yang bikin kesal. Semua bebas bicara.  Termasuk bilang kesal sama ortu juga bebas.

"Aku gak suka lihat bapak pergi ke lapo  Manurung minum tuak.  Pulang mukanya merah marah-marah."

Saya ingat saat malam tahun baru tahun 1990 protes sama bapakku soal kesukaannya minum tuak sama kawan-kawannya.  Saya bilang kalimat itu dengan wajah menunduk.  Gak berani lihat wajah angkernya.

Pokoknya pas malam tahun baru menjadi malam paling bebas ngomong apa saja.  Tujuannya agar tahun yabg baru nanti ada perubahan.  Setiap kesalahan diperbaiki.  Lalu saling introspeksi.  Saling bermaafan.

Usai acara,  langsung tidur.  Tidak ada aksi turun ke jalan. Tanggal 1 Januari pergi ke gereja.  Siangnya makan enak. Ayam kampung peliharaan sendiri sudah siap terhidang di meja makan.  

Para tetangga muslim bersiap datang ke rumah mengucapkan  selamat tahun baru.  Lha sejatinya mereka juga ikut tahun baru juga. Tapi, tahun baru jadi identik lebarannya orang Kristen.

Biasanya ke tetangga dekat kami mengantar makanan dan kue-kue. Begitu kebiasaan di Medan atau Sumut. Pas datangnya lebaran giliran tetangga muslim yang kirim lontong dan opor.

Nah, pertanyaannya apakah omongan malam tahun baru saya sama bapakku itu membuatnya berubah?

Hahaha.. Sepanjang tahun silih berganti namanya orang Batak ya gak jauh dari tuak dan lapo.  Di lapo kegembiraan dan kebebasan hidup itu mekar dan segar.  Di sana kemerdekaan dan kebebasan hidup membuncah.

Lisoiii..lisoii..lisoii..lisoiii.. inum ma tuakmi..Lisoii..

Selamat Tahun Baru 1 Januari 2021 buat teman-teman seperjuangan.

Salam perjuangan penuh cinta

Penulis: Birgaldo Sinaga

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto