Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:27wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Tahukah Anda, HRS Alumni SMP Bethel Tak Pernah Ngenyam Madrasah? Netizen: Setan Masuk Sekolah Kristen?

Jumat, 26-Maret-2021 07:38

Habib Rizieq Shihab yang berstatus terdakwa sempat menolak mengikuti sidang di PN Jaktim secara daring
Foto : Indozone
Habib Rizieq Shihab yang berstatus terdakwa sempat menolak mengikuti sidang di PN Jaktim secara daring
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Banyak orang sangat menghargai Habib Rizieq Shihab (HRS) sebagai  ulama besar. Namun, perjalanan pendidikannya diketahui ternyata tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku Madrasah bahkan uniknya ia adalah alumni SMP Bethel. 

Hal ini kembali menjadi pergunjingan warganet di tengah proses sidang kasus hukum yang sedang menjeratnya.  Seorang netizen bernama San** Vee mengunggah berita yang menguak riwayat pendidikan sosok HRS kemudian viral.  

San** Vee: “Di persidangan...identitas asli terbuka bro...bahaya..!!”

Han** Halim: “Mengerikan setan masuk sekolah kristen?”

Ron Baron: “Oh ternyata. kirain.”

Louise Vidette: “Juaranya Lari Marathon Sedunia, mungkin layak masuk rekor muri.”

Suwardi: “Jangan disebut ulama,ustad kalo mulut dan tabiatnya seperti manusia liar,,,selalu berbuat keonaran,hoax,fitnah,caci-maki,hujat kebencian,,,.”

Shohib Kajid: “Bila. Lagi ketenangan mu berakhir . Seandainya mulut di jaga enak hidup mu apalagi seorang ulama pengikut mu banyak mesti tenang aman.”

Sebelumnya diungkapkan, nama lengkapnya adalah Muhammad Rizieq Husein Shibab. Dia dikenal orang dengan sebutan Habib Rizieq Shihab, seorang ulama sekaligus imam besar Front Pembela Islam (FPI) yang kini telah dibubarkan.

Dilahirkan di Jakarta 24 Agustus 1966, Rizieq merupakan anak Habib Hussein Shihab dan Syarifah Sidah al-Attas. Dikutip dari buku berjudul Sisi Lain Habib Rizieq karya Fikry Muhammadi, sejak kecil pentolan FPI itu adalah seorang anak yang sudah dibesarkan di tengah lingkungan keluarga Hadhrami.

Namun uniknya Habib Rizieq tidak mengenyam pendidikan formal atau semiformal agama di madrasah. Dia juga tidak menimba ilmu agama di pesantren. Habib Rizieq malah bersekolah di SMP Bethel di dekat rumahnya, Petamburan, Jakarta Pusat. 

“Sebebelumnya Ayip (Habib Rizieq) kecil bersekolah di SDN 01 Petamburan, kemudian melanjutkan ke SMP Kristen Bethel. Di tingkat lanjut, beliau sekolah di SMAN 4 Gambir, Jakarta Pusat,” tulis buku Sisi Lain Habib Rizieq sebagaimana dikutip Jumat (6/11/2020).

Di saat duduk di bangku SMA, Habib Rizieq memiliki kebiasaan yang berbeda dengan teman-teman seusianya. Ketika remaja lainnya sibuk mencari jatidiri, dia aktif dalam pengajian keliling mingguan.

Melansir dari sumber lain yaitu Wikipedia, pada 1983 Habib Rizieq mengambil kelas Bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengatahuan Islam dan Arab (LPIA). Satu tahun menempuh studi di sana, Habib Rizieq mendapatkan tawaran beasiswa dari Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk kuliah di Arab Saudi.

Ia pun melanjutkan program sarjana jurus jurusan studi Agama Islam (Fiqih dan Ushuk Fiqh) ke King Saud University yang ditempuh selama empar tahun. Lalu di tahun 1990, Habib Rizieq lulus lengkap dengan predikat Cum Laude.

Habib Rizieq sempat mengambil program pascasarjana di Universitas Islam Internasional Malaysia selama satu tahun. Namun dia kembali ke Tanah Air karena alasan biaya. 

Beberapa tahun kemudian dia mengambil kuliah di bidang syari'ah dan meraih gelar Master of Arts (M.A.) pada 2008 di Universitas Malaya. Tesisnya berjudul Pengaruh Pancasila Terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia.

Dinukil Sindonews, pada tahun 2012, Habib Rizieq kembali ke Malaysia dan melanjutkan program pendidikan doktor dalam program Dakwah dan Manajemen di Fakultas Kepemimpinan dan Pengurusan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM).

Ia kemudian mengambil disertasi berjudul "Perbedaan Asal dan Cabang Ahlussunah Wal Jama'ah di bawah pengawasan Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni dan Dr. Ahmed Abdul Malek dari Nigeria’.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto