Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:58wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Tagana Merupakan Mata, Telinga dan Mulut Kementerian Sosial

Selasa, 30-Maret-2021 23:02

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial (Kemensos)
Foto : Kementerian Sosial
Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial (Kemensos)
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kementerian Sosial (Kemensos) mengapresiasi peran strategis dari potensi sumber kesejahteraan sosial yang berkipah nyata di tengah masyarakat, salah satunya dari Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Tagana ke-17 Bhakti Sosial dan Jambore Nasional di Plasza Pantai Timur Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Rabu (31/3/2021) dengan tema, “Sinergi bersama multi pihak, sukseskan Tagana menjaga alam” yang akan dihadiri oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Sejak dibentuk pada 2004, Tagana terus mengalami perkembangan dan senantiasa menjadi garda terdepan dalam memberikan kontribusi dan layanan bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. 

Hasil verifikasi Tagana aktif pada 2020, saat ini terdapat 26.026 personel yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, seperti dalam ketetangan pers yang Netralnews terima dari Kemensos, Selasa (30/3/2021).

Kemensos melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam setiap tahu menggela kegiatan regular, yaitu Peringatan HUT Tagana yang diperingati setiap 24 Maret. 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas peran serta Tagana yang selama ini telah ditunjukan dalam berbagai penyelenggaraan penanggulangan bencana yang berbasis komunitas. 

Kegiatan HUT Taganan, juga diisi dengan penyerahkan bantuan berupa truk serbaguna kepada Kabupaten Pangandaran, penyerahan hadiah pemenang Jambore, simulasi bencana oleh TMS, serta deklarasi nelayan siaga bencana. 

Kemensos klaim, Tagana adalah, mata telinga dan mulut Kemensos. Kemensos imbau Tagana memberikan yang terbaik, salah satunya dengan melporkan apa yang terjadi di sekeliling dan membuat jejaring dengan semua pihak. 

Kemensos juga minta untuk sadari bahwa bencana itu tidak hanya banjir, gempa bumi, dan longsor. Kemensos klaim, ada yang lebih berbahaya, yaitu bencana kemanusiaan. 

Kemensos juga tegaskan agar Tagana saling menolong sehingga Tuhan pun akan menolong. Jika Tagana bisa menolong satu orang, maka diibaratkan menolong satu keturunan.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sesmawati