Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:37wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Syekh Ali Jaber dalam Kenangan Sang Sahabat Mahfud MD

Kamis, 14-January-2021 17:05

Syekh Ali Jaber
Foto : Istimewa
Syekh Ali Jaber
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menko Polhukam Mahfud MD menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya ulama kondang Syekh Ali Jaber pada Kamis (14/1/2021) pagi tadi. 

Mahfud mengatakan, Syekh Ali Jaber adalah tokoh penyejuk dan pemersatu ummat serta penyambung aspirasi antara ummat dan pemerintah. 

"Inna lillah wa inna ilaihi raji'un. Kita kehilangan tokoh penyejuk dan pemersatu ummat. Ulama besar Syech Ali Jaber wafat hari ini. Beliau menjadi penyambung aspirasi antara ummat dan Pemerintah," tulis Mahfud di akun Twitter-nya, Kamis (14/1/2021). 

"Beliau adalah sahabat baik saya. Karena rendah hati beliau memanggil saya "Guru" atau "Ayah," ungkap @mohmahfudmd. 

Mahfud kemudian menceritakan momen terakhir bertemu dengan Syekh Ali Jaber sebelum ulama asal Madinah, Arab Saudi itu diberitakan terinfeksi Covid-19 pada akhir Desember 2020 lalu. 

"Beberapa hari sebelum diberitakan terinfeksi Covid-19, Syekh Ali Jaber ke rumah saya, menghadiahi tasbih, kurma pilihan, buku doa, parfum khas aroma Kakbah," kata Mahfud. 

Dalam pertemuan itu, lanjut Mahfud, Syekh Ali Jaber juga mengungkapkan keinginanya untuk mencetak sejuta penghafal Qur'an. 

"Guru, saya mau mencetak sejuta penghafal Qur'an. Tanah dan modal untuk gedung sudah mulai terkumpul; mohon dukungan proses perizinan", kata Mahfud mengenang perkataan Syekh Ali Jaber. 

Tak hanya itu, Mahfud juga mengenang momen saat dirinya berkunjung ke kediaman Syekh Ali Jabber hingga soal makanan yang dihidangkan dalam tiap pertemuan mereka. 

"Kalau ke rumah Syech Ali Jaber saya  diajak makan Nasi Bukhori (kebuli khas Arab) dan duren. Kalau beliau ke rumah saya, maka saya pesankan menu yang sama (minus duren) dari restoran Aljazeera," cerita Mahfud. 

"Beliau juga pernah mengajak ayah dan adik kandungnya ke rumah saya yang katanya, ingin kenal dengan saya juga," tutup mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli