Netral English Netral Mandarin
01:24wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Syeikh Al-Azhar Ceramah Soal Nama Arab yang Artinya Anjing-Anjing, MGR: Yahya Waloni Gak Akan Paham, Dia Taunya Bahasa Provokasi

Selasa, 16-Februari-2021 12:00

Pegiat media sosial Mohamad Guntur Romli
Foto : Istimewa
Pegiat media sosial Mohamad Guntur Romli
8

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial Mohamad Guntur Romli (MGR)  ikut mengecam Ustadz Yahya Waloni yang mengaku sengaja menabrak anjing dengan Alasan najis. Guntur memberikan literasi berupa video berisi ceramah seorang syeikh dari Al Azhar Mesir yang mengisahkan nama Kilaab yang berarti anjing-anjing bisa jadi nama orang Arab di era pra-islam. Meski berbahasa Arab, intinya Guntur Romli ingin menekankan bahwa tausyiah sang Syeikh pasti Tak Akan dimengerti oleh seorang Yahya Waloni karena lebih memahami bahasa provokasi.

"Mengapa nama Kilaab yg artinya anjing-anjing bisa jadi nama orang Arab era pra-Islam? Ini ada penjelasan di sini, seorang syaikh di Al-Azhar Mesir, saya yakin Yahya Waloni gak akan paham, krn dia taunya bahasa provokasi," tulis Guntur Romli di akun Twitternya, Selasa (16/2/2021).

Sebelumnya, kecaman terhadap Ustadz Yahya Waloni Juga diutarakan oleh Nathasatwa Nusantara. Yahya Waloni sedang disorot sejumlah kalangan karena mengaku sengaja menabrak seekor anjing hingga pincang. Pernyataan itu disampaikan Yahya Waloni melalui ceramahnya. 

Terkait hal itu, Nathasatwa Nusantara mengecam Yahya Waloni atas ceramah tersebut. 

“Apakah ini salah satu cara buat naik daun? Kami bukan ahli agama, tapi kami tahu menyakiti makhluk ciptaan Tuhan apalagi dengan disengaja itu perbuatan tercela dan dzalim,” ungkap Nathasatwa Nusantara di akun Instagramnya, Minggu 14 Februari 2021.

“Tidak usah membawa alasan najis dan sebagainya, dzalim ya dzalim. Najis bisa dihindari, dan bisa disucikan,” tambahnya seperti dikutip dari Suara.com.

Nathasatwa Nusantara mengajak Yahya Waloni untuk berdiskusi terkait perbuatannya yang menabrak anjing tersebut.

“Orang buang air besar, buang air kecil, juga najis, masa mau diserempet mobil juga? Ayo Pak Yahya diskusi terbuka bersama kami, mau bahas dari sisi fikih monggo. Tapi tolong jangan bodohi orang-orang dengan alasan-alasan konyol,” ungkapnya.

“Sepertinya yang bersangkutan kurang banyak baca kisah nabi, ada cerita pelacur masuk surga karena beri minum kepada anjing yang kehausan, ada juga kisah Ashabul Kahfi mengenai anjing yang masuk surga. Kita? Belum tentu masuk surga. Kalah istimewa dengan Qitmir, anjing Ashabul Kahfi yang auto masuk surga,” tambahnya.

Nathasatwa mengajak masyarakat jangan mencontoh perbuatan tercela yang dilakukan Yahya Waloni. “Tercela ya tercela. Ingatkan juga saudara-saudara kita untuk tetap berbuat baik kepada siapapun,” tegasnya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati