Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:33wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Susi Memohon kepada Megawati: Ibu Tersayang, Tolong Hentikan Impor Garam dan Beras, Cuma Ibu Bisa Menghentikan

Minggu, 21-Maret-2021 14:42

Ketum PDIP Megawati
Foto : Istimewa
Ketum PDIP Megawati
16

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangkan kebijakan impor garam. Sebab, langkah ini dapat membunuh petani garam.

"Garam impor tidak boleh lebih dr 1,7 Jt Ton .. kalau lebih harga garam petani kita akan hancur .. lagi ... please !Ini Alasan Pemerintah Putuskan Impor Garam 3 Juta Ton," Cuit Susi seperti dilansir di Jakarta, Minggu (21/3/2021).

Susi pun memohon kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menghentikan langkah pemerintah tersebut. Selain itu, juga komoditas lainnya seperti beras.

"Dearest Ibu Mega, please stop ekspor berlebihan .. Garam tidak boleh lebih dr 1.7 jt ton dan beras tidak usah impor ... please Ibu .. you are the one can make it happen.@jokowi @PDI_Perjuangan," tulisnya lagi.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan alasan pemerintah membuka kembali impor garam sebanyak 3 juta ton pada tahun ini. Hal itu berkaitan dengan kuantitas dan kualitas garam lokal.

Ia menjelaskan, pada dasarnya garam impor tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri. Menurut Mendag, kualitas garam lokal belum sesuai dengan yang dibutuhkan industri.

"Garam itu kualitasnya berbeda. Di mana garam kita yang dikerjakan PT Garam dan petani rakyat ini belum bisa menyamai kualitas garam industri tersebut," ujar Lutfi dalam konferensi pers virtual. Seperti dinukil dari kompas.com 

Reporter : PD Djuarno
Editor : Sesmawati