Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:50wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Survei SMRC, Masyarakat Dukung Langkah Pemerintah Membubarkan FPI

Jumat, 09-April-2021 05:15

Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad
Foto : Istimewa
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkini menunjukkan sebanyak 59% warga yang mengetahui Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan pemerintah, menyatakan setuju dengan pembubaran organisasi tersebut pada Desember 2020 lalu.

Temuan itu disampaikan Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad dalam rilis hasil survei secara daring bertajuk "Sikap Publik Nasional terhadap FPI dan HTI” pada Selasa (6/4/2021) di Jakarta.

“Ini menunjukkan langkah pemerintah membubarkan FPI tahun lalu mendapat dukungan dari masyarakat,” kata Saidiman seperti dilansir dari laman SMRC, Kamis (8/4/2021). 

Menurut Saidiman, terdapat 71% warga yang tahu FPI. Dari yang tahu tersebut, 77% tahu FPI telah dilarang. Dan dari yang tahu FPI telah dibubarkan, sekitar 59% menyatakan setuju dengan pembubaran FPI. Yang tidak setuju 35%.

Dalam penilaian Saidiman, meski mayoritas warga menyatakan setuju dengan pembubaran FPI, tingkat dukungan masyarakat terhadap pembubaran FPI tidak sekuat dukungan terhadap pelarangan Hizbur Tahrir Indonesia (HTI).

“Survei kami menunjukkan bahwa persentase warga yang tahu pembubaran HTI dan setuju dengan pembubaran HTI mencapai 79%, sementara yang tahu pembubaran FPI dan setuju dengan pembubaran tersebut hanya mencapai 59%,” ujarnya.

“Ini menunjukkan simpati warga muslim terhadap FPI lebih tinggi daripada HTI," jelas Saidiman. 

Sebagai informasi, survei berskala nasional itu dilakukan SMRC pada 28 Februari - 5 Maret 2021 dengan melibatkan 1.064 responden yang dipilih secara acak. Margin of error survei diperkirakan +/- 3,07%.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati