Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:39wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Sudah Dua Kali Terima Vaksinasi, Wagub NTB Positif Terpapar COVID-19

Minggu, 14-Maret-2021 08:37

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Sitti Rohmi Djalilah.
Foto : Suara NTB
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj Sitti Rohmi Djalilah.
16

MATARAM, NETRALNEWS.COM - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj Sitti Rohmi Djalilah yang sudah dua kali menerima vaksinasi Sinovac, bersama suami dan sejumlah anggota keluarga yang tinggal di pendopo dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, dr Lalu Hamzi Fikri dihubungi melalui telepon di Mataram, Minggu (14/3/2021), membenarkan bahwa Wakil Gubernur Hj Sitti Rohmi Djalilah positif COVID-19.

"Iya benar, Bu Wagub positif COVID-19," ujarnya.Hamzi menuturkan, bahwa Wagub NTB tak sendirian terpapar COVID-19. Suami, H Khairul Rizal berserta tujuh orang lainnya yang tinggal di pendopo juga dinyatakan positif COVID-19. Meski demikian, kesemuanya dinyatakan dalam kondisi baik.

"Bu Wagub dan keluarga dalam keadaan baik saat ini dan statusnya orang tanpa gejala (OTG). Saat ini menjalani isolasi mandiri dan pengawasan tim dokter RSUD Provinsi NTB," katanya.Diketahui Wagub NTB sudah dua kali menerima vaksin Sinovac. Pertama Ketua Satgas COVID-19 Pemerintah Provinsi NTB itu, menerima vaksin pada 14 Januari. Kemudian vaksinasi kedua pada 28 Januari 2021.

Terpisah, suami Wagub NTB H Khairul Rizal membenarkan, bahwa dirinya dan keluarga positif terpapar COVID-19.

"Alhamdulillah walaupun positif, kondisi baik, tidak bergejala, mungkin pengaruh vaksin COVID-19 sudah bekerja," ujar anggota DPRD Provinsi NTB ini.Pihaknya menduga virus tersebut masuk setelah salah seorang pembantu yang sehari-hari bekerja di pendopo pulang kampung dan sekembalinya membawa COVID-19.

"Bibik yang kerja di pendopo sempat pulang kampung, baliknya bawa COVID-19. Bibik ini tiba tiba hilang penciuman, langsung di swab dan positif. Baru kami yang lain di swab dan positif," katanya.Sementara itu, berdasarkan data Satgas COVID-19 Pemerintah Provinsi NTB sampai dengan saat ini jumlah kasus COVID-19 di wilayah itu sudah mencapai 9.945 orang, sembuh 8.568 orang dan meninggal dunia mencapai 413 orang.

Reporter : Nazaruli
Editor : Nazaruli