Netral English Netral Mandarin
banner paskah
03:36wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Strategi PHRI Kembali Tingkatkan Hunian Hotel Meski Ada Larangan Mudik

Rabu, 31-Maret-2021 22:30

PHRI tetap dukung keputusan pemerintah melarang mudik.
Foto : Antara
PHRI tetap dukung keputusan pemerintah melarang mudik.
6

PADANG, NETRALNEWS.COM - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyiapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan kembali hunian hotel dan kunjungan wisata setelah pada 2020 terdampak pandemi COVID-19.

"Langkah pertama yang kami lakukan adalah mendorong anggota PHRI untuk menerapkan protokol kesehatan dan mengupayakan sebanyak mungkin mendapatkan sertifikasi CHSE atau kebersihan, kesehatan, keselamatan dan kenyamanan lingkungan," kata Sekjen PHRI Maulana Yusran,  Rabu, (31/3/2021).

Menurutnya selama 2020 angka rata-rata tingkat hunian hotel di Indonesia hanya mencapai 34,30 persen atau turun dibandingkan 2019 yang mencapai 53,80 persen.

Selain menerapkan protokol kesehatan pihaknya juga berupaya agar semua tenaga kerja hotel dan restoran segara divaksin karena mereka bekerja di sektor publik.

"Secara nasional jumlah pekerja hotel dan restoran yang terdata oleh Kemenkes mencapai 121.485 orang dan di Sumbar sebanyak 2.300 orang," kata dia.

Kemudian pihaknya juga menggelar kampanye bepergian dengan aman serta melakukan adaptasi penjualan paket akomodasi di masa pandemi COVID-19.

Paket yang ditawarkan mulai dari staycation, bekerja dari hotel, paket isolasi mandiri, hingga pertemuan dan perkawinan dengan tes usap antigen, kata dia.

Ia melihat tantangan yang dihadapi pelaku usaha hotel dan restoran di masa pandemi adalah masih adanya pembatasan kegiatan dan pergerakan wisatawan melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

"Ini membuat sulit dilakukan perkiraan angka tingkat hunian pada tahun ini," katanya.

Sebagai strategi menyikapi hal itu pihak hotel berupaya memanfaatkan tenaga kerja seminimal mungkin, kata Yusran, dilansir Antara.

Berikutnya tantangan yang dijumpai adalah terjadinya pertemuan secara daring sehingga menjadi tantangan bagi hotel yang memiliki ballroom.

"Menyikapi sejumlah tantangan tersebut pelaku usaha perhotelan dan restoran harus segera melakukan transformasi bisnis dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dan melakukan efisiensi," ujarnya.

 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani