Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:05wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Ngeri! Sosok Wanita Minta Bola Matanya Dikembalikan Sering Muncul di Pertigaan Kamboja

Sabtu, 13-Maret-2021 21:45

Pertelon Kamboja, terkenal angker di Pulau Nusakambangan
Foto : Istimewa
Pertelon Kamboja, terkenal angker di Pulau Nusakambangan
28

CILACAP, NETRALNEWS.COM – Namanya Renaldi. Usianya baru 34 tahun dan bekerja di salah satu perusahaan swasta di kawasan Jakarta Selatan. 

Secara kebetulan, Netralnews berbincang-bincang akrab dengannya. Pasalnya ada kisah menarik yang ia simpan saat masih menjadi warga di kawasan Pulau Nusakambangan. Cilacap. 

“Almarhum Ayah saya dulu bekerja di Rutan Nusakambangan. Meninggal 6 tahun silam. Ya, karena sudah sepuh, meninggal wajar,” kata Renaldi, Jumat (12/3/21). 

Mendengar kata Nusakambangan, rasanya membuat penasaran. Pulau ini terkenal sebagai tahanan kelas kakap sejak zaman dahulu. 

Dalam beberapa periode bahkan menjadi lokasi eksekusi hukuman mati mulai dari tahanan yang dituduh terlibat G-30-S, dituduh anggota PKI, tahanan kasus pembunuhan berantai, dan sejumlah pidana kelas berat lainnya. 

Maka, tak heran bila kemudian muncul penilaian secara otomatis bahwa pulau ini angker. 

“Ya mau dibilang apa. Kan kenyataannya begitu. Jadi lokasi eksekusi hukuman mati. Dibilang angker, ya memang sering muncul penampakan misterius. Tapi dibilang membahayakan ya tidak juga, karena saya lahir dan dibesarkan di Ppulau itu dan masih sehat hingga sekarang,” lanjut Renaldi. 

Secara khusus  ternyata ia memiliki kisah sangat menarik tetapi sekaligus menyisakan banyak pertanyaan yang menurutnya hingga kini tak bisa terjawab. 

“Saya masih ingat betul, saat SMA, ayah saya sering mengisahkan tentang penampakan sosok perempuan misterius di dekat pohon kamboja yang hingga kini terkenal dengan sebutan “pertelon” kamboja,” tutur Renaldi. 

Menurut Renaldi, ayahnya sempat memergoki beberapa kali penampakan sosok perempuan berambut panjang di malam hari. Dan dipastikan, sosok itu bukan manusia tetapi roh halus. 

“Bukan manusia. Ayahku sering bilah roh penasaran. Diduga dahulu ada yang dieksekusi mati tetapi arwahnya penasaran,” lanjut Renaldi. 

“Saat ayah jaga malam, sosok ini menampakkan diri dekat kamboja dan jelas mengatakan ketus ‘Kembalikan mata saya! Kembalikan mata saya!’ kemudian berubah menjadi seperti asap dan menghilang,” lanjut Renaldi. 

Saat mendapat cerita dari ayahnya, Renaldi kala itu mengaku hanya terbengong membayangkan betapa ngerinya jika ia yang melihat penampakan itu. 

“Penampakan kedua dialami  ayah saya saat hendak pulang dan malam itu hujan. Ayah bawa payung dan ia melihat sosok perempuan berdiri dekat pohon kamboja hujan-hujanan. Niat hati menawarkan jalan menuju seberang untuk berteduh. Mendadak ayah terkejut, wajah perempuan itu mengerikan, tak memiliki mata alias berlubang dengan rambut berderai. Wabita itu lagi-lagi berkata 'Kembalikan bola mata saya"' ketus dua kali, lalu menghilang dan menyisakan seperti asap,” kata Renaldi mengenang kisah ayahnya. 

“Hingga kini saya masih sering merinding kalau mengingat bagaimana ayah mengisahkan pengalamannya itu. Karena jelas sekali, wajah dan kisah ayah saya tak ada tanda-tanda mengada-ada. Dan saya tahu ayah saya seorang yang sederhana dan apa adanya. Lagipula saya hafal pohon itu. Jadi hingga kini masih ngeri dengan lakasi yang disebutkan ayah,” kata Renaldi. 

Meski demikian, Renaldi hingga usia 34 tahun tak pernah menjumpai penampakan-penampakan sosok yang disebut hantu baik selama di Nusakambangan maupun di luar pulai itu. 

“Kalau bisa janganlah… Saya bukan orang pemberani. Daripada saya mengaku-ngaku kuat tapi malah ntar pingsan, mending saya ndak minta-minta lihat penampakan,” kata Renaldi. 

Menurut Renaldi, pohon kamboja yang dikisahkan berada di Nusakambangan memiliki keunikan lain selain soal keangkerannya yang terkenal. 

“Pohon ini berdiri tegak dan memiliki cabang-cabang yang rutin meranggas alias gundul tak berdaun. Bentuknya saja sudah unik,” kata Renaldi. 

"Namun, terlepas dari semua itu, yang sering membuat saya bertanya-tanya dan tak bisa menemukan jawabannya, sebenarnya siapakah sosok wanita yang dikisahkan ayah saya. Mengapa ia minta bola matanya dikembalikan? Apakah dulu dieksekusi dengan ditembak atau diluaki kedua bola matanya? tahanan kasus apa? Pertanyaan itu tak terjawab sebab ayah saya pun juga tak bisa menjawabnya," pungkas Renaldi. 

Untuk diketahui, dalam kepercayaan masyarakat Nusakambangan, pohon ini diyakini merupakan tempat tinggal makhluk-makhluk tak kasat mata.

Pohon ini berada di pertigaan yang letaknya sekitar 3 Km dari Pos Kepolisian Nusakambangan. Pertigaan ini dinamakan Pertelon Kamboja karena memang tumbuh sebatang pohon kamboja. 

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto