Netral English Netral Mandarin
05:03wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Soal Wacana Presiden Tiga Periode, Mardani Minta Jokowi Lakukan Ini

Senin, 15-Maret-2021 15:26

Presiden Joko Widodo.
Foto : Birosetpres
Presiden Joko Widodo.
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera berpendapat, wacana presiden tiga periode merupakan ide yang berbahaya.

Apalagi, lanjutnya, wacana itu muncul di tengah konflik yang terjadi di Partai Demokrat menyusul adanya kongres luar biasa (KLB) yang melibatkan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.

"Merupakan ide yang berbahaya, khawatir hal tersebut justru akan menjadi tirani bagi masyarakat. Apalagi ada cerita KLB Demokrat," tulis Mardani di akun Twitternya, Senin (15/3/2021).

Karenanya, Mardani meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera membuat sikap tegas menolak wacana  presiden dapat memimpin tiga periode.

"Wacana tiga periode perlu segera ditegaskan Pak @jokowi bahwa tidak akan ada tiga periode," tegas anggota Komisi II DPR itu.

Diketahui, wacana itu kembali ramai dibicarakan setelah pendiri Partai Ummat Amien Rais menduga ada skenario yang dimainkan rezim saat ini untuk mengamendemen UUD 1945 agar mengubah ketentuan soal masa jabatan presiden dari dua periode menjadi tiga periode melalui sidang istimewa MPR.

"Jadi mereka akan mengambil langkah pertama meminta sidang istimewa MPR, yang mungkin satu, dua pasal yang katanya perlu diperbaiki yang mana saya juga tidak tahu," kata Amien dalam video yang diunggah di Channel YouTube-nya, Sabtu (13/3/2021).

"Tapi kemudian nanti akan ditawarkan pasal baru yang kemudian memberikan hak presidennya itu bisa dipilih tiga kali. Nah kalau ini betul-betul keinginan mereka, maka saya kira kita bisa segera mengatakan ya innalillahi wa inna ilaihi rajiun," ujarnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli