Netral English Netral Mandarin
banner paskah
06:21wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Soal Vaksin COVID-19, China Tidak Ingin Terlibat Persaingan dengan India

Selasa, 26-January-2021 05:00

Ilustrasi vaksin COVID-19 buatan Sinovac China.
Foto : ABC net
Ilustrasi vaksin COVID-19 buatan Sinovac China.
6

BEIJING, NETRALNEWS.COM - Pemerintah China tidak ingin terlibat persaingan atau berkonfrontasi soal vaksin COVID-19 dengan India.

Tugas utama demi komunitas masyarakat internasional adalah bekerja sama memerangi pandemi. Vaksin COVID-19 adalah barang publik global dan terserah setiap negara memutuskan vaksin mana yang akan digunakannya, demikian juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian di Beijing, Senin (25/1/2021).

"Terkait hal ini tidak boleh adanya persaingan dan tentunya juga tidak ada konfrontasi. Kami menyambut baik dan berharap lebih banyak negara bisa memproduksi vaksin sendiri yang lebih aman dan efektif serta memberikannya kepada negara-negara berkembang agar berguna bagi orang banyak," ujarnya.

Zhao melontarkan pernyataan tersebut untuk menanggapi adanya isu beberapa negara di kawasan Asia Selatan menolak ditawari vaksin China dan beralih ke India karena persoalan tingkat efikasi (kemanjuran).

Menurut dia, China telah menepati janjinya menjadikan vaksin COVID-19 sebagai barang publik global.

"China bekerja sama dengan negara lain, terutama negara berkembang, dalam bidang vaksin dengan berbagai cara serta memberikan dukungan dan bantuan sesuai dengan kebutuhan," ujar Zhao.

China telah mengekspor vaksin yang dikembangkan oleh Sinovac dan Sinopharm ke sejumlah negara, di antaranya Indonesia, Brazil, Chile Turki, Filipina, Malaysia, Hong Kong, Thailand, Ukraina, Mesir, Argentina, Maroko , Arab Saudi, Pakistan, Serbia, Peru, Hungaria dan Senegal.

Dalam mengembangkan vaksin, China menggunakan metode inaktif atau melemahkan virus corona jenis baru.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati