Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:26wib
Seorang anggota TNI AD berinisial DB luka-luka dan anggota kepolisian berinisial YSB tewas setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh orang tak dikenal. Sebuah survei yang diinisiasi Lembaga Survei Indonesia (LSI) menemukan mayoritas pegawai negeri sipil (PNS) menilai tingkat korupsi di Indonesia meningkat.
Soal Siswi Nonmuslim di Padang Dipaksa Berjilbab, Elit PKS: Hak Fundamental yang Direnggut!

Minggu, 24-January-2021 17:40

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
Foto : Istimewa
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera
7

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera ikut mengomentari terungkapnya puluhan siswi di SMK Negeri 2 Padang, Sumatera Barat yang menggunakan jilbab karena mengikuti aturan yang berlaku di sekolah itu.

Menurut Mardani, hal itu bukanlah persoalan sepele karena hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan yang merupakan hak fundamental setiap manusia telah direnggut oleh aturan tersebut.

"Ini tidak boleh dianggap sebagai peristiwa kecil. Ada hak fundamental yang direnggut; hak untuk beragama sesuai keyakinan," tulis Mardani di akun Twitter-nya, Sabtu (23/1/2021).

Karenanya, Mardani meminta agar regulasi yang mendorong pemaksaan penggunaan jilbab bagi siswi nonmuslim itu harus dikoreksi.

"Regulasi yang mendorong pemaksaan seperti ini harus dikoreksi. Peraturan yang mengatur hak individu harus disesuaikan agar tidak memaksa kelompok minoritas," tegas Anggota Komisi II.

Sebelumnya, kasus siswi nonmuslim di SMK Negeri 2 Padang yang diwajibkan berjilbab, viral di media sosial setelah beredar video adu argumen antara orang tua murid salah satu siswi nonmuslim dengan pihak sekolah lantaran putrinya menolak memakai jilbab.

Dalam video itu, pria berinisial EH yang merupakan orangtua murid dari JCH mempertanyakan alasan sekolah negeri membuat aturan mewajibkan berjilbab termasuk bagi siswi nonmuslim.

"Bagaimana rasanya kalau anak Bapak dipaksa ikut aturan yayasan. Kalau yayasan tidak apa, ini kan negeri," kata EH.

“Ini agama saya. Kalau memakai jilbab, seakan-akan membohongi identitas agama saya, Pak,” ujarnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyebutkan bahwa penggunaan jilbab bagi siswi merupakan aturan sekolah.

Video tersebut diunggah di akun Facebook EH. Ia juga memposting surat pernyataan yang ditandatangani dia dan putrinya yang menolak berjilbab.

Dalam surat tertanggal (21/1/2021) itu tertulis EH dan putrinya menyatakan: "Tidak bersedia memakai kerudung seperti yang telah digariskan oleh peraturan sekolah, serta bersedia untuk melanjutkan masalah ini dan menunggu keputusan dari pejabat yang lebih berwenang".

Setelah heboh kasus JCH, belakangan terungkap bahwa selama ini ada puluhan siswi nonmuslim di SMKN 2 Padang memakai jilbab ketika sekolah. Hal itu berdasarkan pengakuan langsung dari Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Padang, Rusmadi.

Rusmadi mengatakan, ada 46 siswi nonmuslim yang berada di SMK Negeri 2 Padang. Ia menyebut seluruh siswi nonmuslim di sekolah tersebut mengenakan hijab dalam aktivitas sehari-hari kecuali JCH, siswi yang viral karena menolak mengenakan jilbab.

"Secara keseluruhan, di SMK Negeri 2 Padang, ada 46 anak nonmuslim, termasuk Ananda Jeni (JCH). Semuanya mengenakan kerudung seperti teman- temannya yang muslim (kecuali JCH). Senin sampai Kamis, anak-anak tetap menggunakan kerudung walaupun nonmuslim," kata Rusmadi, Jumat (22/1/2021).

Menurutnya, pihak sekolah tak pernah melakukan paksaan apa pun terkait pakaian seragam bagi nonmuslim. Dia mengklaim siswi nonmuslim di SMK tersebut memakai hijab atas keinginan sendiri.

"Tidak ada memaksa anak-anak. (Di luar aturan sekolah), memakai pakaian seperti itu adalah juga keinginan anak-anak itu sendiri. Kami pernah menanyakan, nyaman nggak memakainya. Anak-anak menjawab nyaman, karena semuanya memakai pakaian yang sama di sekolah ini, tidak ada yang berbeda," ujarnya.

Rusmadi menegaskan, sebelum muncul kasus JCH, selama ini tidak ada masalah mengenai aturan berpakaian di SMK Negeri 2 Padang. "Tidak ada perbedaan, dan tidak ada gejolak selama ini," tandasnya. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati