Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:23wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Soal Perpres Investasi Miras, Said Didu: Semoga Allah Beri Petunjuk Kepada Bapak Ma'ruf Amin

Senin, 01-Maret-2021 21:30

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
Foto : Istimewa
Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menekan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanam Modal pada pada (2/2/2021). 

Dalam Perpres tersebut, Pemerintah membuka peluang investasi minuman keras (miras) di sejumlah daerah, seperti Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua.

Kehadiran Perpres No 10/2021 mendapat penolakan dan kritik dari berbagai pihak, salah satunya datang dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu. 

Melalui akun Twitternya, Said Didu meminta Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin untuk mengambil sikap mengenai Perpres itu demi keselamatan umat karena miras diharamkan dalam Islam. 

Apalagi, lanjut Said Didu, Perpres turunan UU Cipta Kerja itu pun mendapat penolakan dari banyak pihak, termasuk dari Majelis Rakyat Papua. 

"Bpk Wapres @Kiyai_MarufAmin yth, setahu saya, bagi Islam miras adalah haram. Saudara kita di Papua menolak miras untuk menyelematkan warganya," tulis @msaid_didu, Minggu (28/2/2021).

"Mohon perkenan Bpk gunakan kekuasaan untuk selamatkan umat di dunia dan akhirat. Semoga Allah memberikan petunjuk kepada Bpk," kata tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati