Netral English Netral Mandarin
04:50wib
Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melarang kegiatan buka puasa bersama saat ramadan seiring dengan pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan melarang total operasi semua moda transportasi darat, laut, udara, kereta pada 6 Mei-17 Meri 2021.
Soal Kudeta Demokrat, Pengamat: Gestur Moeldoko Seperti Menyembunyikan Sesuatu

Kamis, 04-Februari-2021 12:30

Pengamat Komunikasi Politik Jamiluddin Ritonga
Foto : Istimewa
Pengamat Komunikasi Politik Jamiluddin Ritonga
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pengamat Komunikasi Politik Jamiluddin Ritonga menyoroti gestur Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat mengklarifikasi isu adanya upaya kudeta kepemimpinan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyeret namanya.

"Jenderal Purn. Moeldoko tampak reaktif dalam merespon tudingan beberapa pihak terhadap dirinya yang dituduh akan mengambil Partai Demokrat secara paksa melalui KLB," kata Jamiluddin dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).

"Dilihat dari gestur Moeldoko saat temu media, terlihat tidak rileks. Wajahnya tampak sangat serius, sehingga mengesankan tidak siap dalam memberi pernyataan pers," sambungnya.

Menurut Jamiluddin, Moeldoko juga terlihat tidak menatap kamera seperti lazimnya seseorang menyampaikan keterangan pers melalui media layar kaca. Ia lebih banyak menunduk, tanpa menatap ke arah kamera.

"Pada umumnya, orang seperti ini sedang menyembunyikan sesuatu. Tentu Moeldoko yang paling tahu apa sesungguhnya yang dipikirkannya saat temu media," ujarnya.

Jamiluddin juga menyoroti pernyataan Moeldoko yang menyebut dirinya jenderal serta mengingatkan agar AHY tidak mudah terbawa perasaan atau baper.

"Padahal AYH tidak pernah menyebut nama Moeldoko dalam kasus dugaan akan adanya kudeta terhadap ketua umum Partai Demokrat," paparnya.

"Kalau dilihat pangkat yang pernah disandang, AHY yang terakhir berpangkat mayor tentu jauh dibangding Moeldoko yang jenderal bintang 4. Begitu juga bila dilihat dari senioritas," jelas Jamiluddin.

Meski demikian, lanjut Jamiluddin, dalam politik bukan berarti pangkat yang lebih tinggi dan senioritas akan selalu lebih baik dan terhormat. 

"Jadi, dari temu media itu memberi kesan Moeldoko tampak tidak siap menjawab sejumlah tudingan terhadap dirinya yang dilontarkan loyalis Partai Demokrat. Ada yang ditutupinya sehingga tampil tidak rileks dan berat menatap kamera," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati