Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:29wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Soal KLB Demokrat, Annisa Pohan: Kongres Bodong, Melanggar Hukum, Palsu!

Sabtu, 06-Maret-2021 07:53

Istri Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anissa Pohan,
Foto : Istimewa
Istri Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anissa Pohan,
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Istri Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anissa Pohan, ikut mengomentari gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menetapkan Jenderal (Purn) Moeldoko sebagai ketua umum PD.

Melalui akun Twitternya, Annisa mengunggah tangkapan layar sebuah acara di salah stasiun TV dengan judul 'Demokrat Terbelah Dua'.

Dalam cuitannya, Annisa menilai bahwa narasi Demokrat terbelah dua tidak benar karena yang menghadiri KLB itu bukan kader Demokrat.

"Kok terbelah dua? wong yang datang ke kongres semua sudah bukan anggota sah. Seluruh kader solid di satu komando," kata @AnnisaPohan, Jumat (5/3/2021).

Annisa menambahkan, para peserta KLB itu berpura-pura menjadi DPC dan DPD Demokrat agar seolah-olah memenuhi kuorum untuk menggelar KLB dan mengambil keputusan.

Padahal, lanjut mantan presenter olahraga ini, jabatan dan suara peserta KLB itu palsu dan melanggar hukum. Bahkan, ia menyebut KLB Sumut sebagai kongres bodong.

"Boleh di cek itu siapa aja yang hadir di #kongresbodong semua berpura-pura menjadi DPC atau DPD. Melanggar hukum itu pura-pura punya jabatan dan suara padahal palsu," tegas Annisa.

Seperti diberitakan, KLB Demokrat yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021), memilih Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. Moeldoko dipilih secara aklamasi oleh peserta KLB walaupun ia tidak hadir di dalam acara itu.

Keputusan peserta KLB memilih Moeldoko kemudian disahkan lewat pengetukan palu sidang oleh pimpinan rapat, Johnny Allen Marbun. Moeldoko mengalahkan Marzuki Alie, yang kalah suara ketika voting dilaksanakan.

"Memutuskan menetapkan, pertama calon ketua tersebut atas voting berdiri maka Pak Moeldoko ditetapkan menjadi ketua umum Partai Demokrat 2021-2025. Setuju?," tanya Johnny Allen yang dijawab 'setuju' oleh peserta KLB.

Dalam KLB itu, juga diputuskan bahwa kepengurusan Partai Demokrat dengan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono dinyatakan demisioner.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli