Netral English Netral Mandarin
13:16wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Soal Kerumunan Jokowi, CW: Seandainya Itu HRS atau Anies, Pasti Dicaci Maki Buzzer Sampai 2024

Rabu, 24-Februari-2021 20:00

Politisi asal Papua Christ Wamea
Foto : Twitter
Politisi asal Papua Christ Wamea
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politisi asal Papua Christ Wamea ikut mengomentari kerumunan yang terjadi ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Maumere, Sikka, NTT dalam rangka kunjungan kerja pada Selasa (23/2/2021) kemarin.

Menurut Christ, seandainya kerumunan itu dilakukan eks pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab (HRS) atau Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, maka bakal diserang buzzer Jokowi hingga 2024.

"Seandainya kerumunan ini dilakukan oleh pak HRS atau Pak Anies pasti buzzernya pak Jokowi caci maki sampai tahun 2024," tulis Christ di akun Twitternya, Rabu (23/2/2021).

"Kata istana : semua ini terjadi secara spontanitas dan antusiasme rakyat. Hanya Tuhan saja yang tahu," sentil @PutraWadapi.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah di NTT pada Selasa (24/2/2021), salah satunya mengunjungi Kabupaten Sikka untuk meresmikan Bendungan Napun Gete yang dibangun sejak tahun 2016.

Kedatangan Presiden Jokowi itu langsung disambut keramaian masyarakat setempat, mulai dari anak-anak, orang dewasa hingga lansia. Dalam video dan foto yang beredar luas di media sosial, warga tampak berkerumun mendekat ke arah mobil Presiden Jokowi.

Sementara dari atas mobil, Jokowi melambaikan tangan menyapa warga hingga melemparkan suvenir ke arah massa. Sontak, hal itu disambut riuh masyarakat. Presiden juga terlihat mengingatkan warga untuk menggunakan masker.

Peristiwa kerumunan itu jadi viral di media sosial dan menuai kritik serta kecaman dari banyak pihak, karena dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Apalagi jumlah massa yang berkerumun terlihat cukup masif dan tanpa ada jarak antarwarga.

Terkait hal itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin mengatakan, kerumunan tersebut merupakan bentuk spontanitas dan antusiasme warga Maumere menyambut kedatangan Jokowi. Ia mengklaim tidak ada niatan presiden membuat kerumunan.

"Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker. Karena kalau diperhatikan, dalam video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan masker dengan menunjukkan masker yang digunakannya," kata Bey kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Soal suvenir yang dibagikan Jokowi, menurut Bey, itu juga terjadi secara spontanitas sebagai bentuk penghargaan presiden terhadap antusiasme masyarakat. Ia pun kembali menegaskan bahwa Presiden tetap mengingatkan warga untuk menaati protokol kesehatan. "Suvenirnya itu buku, kaos, dan masker. Tapi poinnya, presiden tetap mengingatkan warga tetap taati protokol kesehatan," jelasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli