Netral English Netral Mandarin
banner paskah
02:04wib
Pasukan TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi menembak mati Lesmin Waker, Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telenggen di Papua. Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta warga untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir yang diperkirakan bakal mengguyur sejumlah wilayah pada hari kedua Lebaran, Jumat (14/5).
Soal HRS, Guntur Setuju dengan Dahnil: Rizieq Pernah Masuk Penjara 2 kali, Ini Mau yang ke-3

Senin, 19-April-2021 12:10

Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Guntur Romli
Foto : Istimewa
Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Guntur Romli
5

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Guntur Romli ikut mengunggah tangkapan layar komentar akun Facebook Dahnil Anzar Simanjuntak soal Habib Rizieq Shihab (HRS) di akun Twitternya, @GunRomli.

Dalam tangkapan layar yang diunggah Guntur, Dahnil menyatakan bahwa tidak ada warga Muhammadiyah yang berimam kepada HRS. Dahnil pun menyebut 'Ulama yang menyerukan kebenaran banyak sekali. Bukan ulama yang memaki orang sana sini, menuduh sana sini, provokasi dll, itu bukan ulama'.

Sementara Guntur Romli dalam cuitannya mengaku setuju dengan pernyataan tersebut. Ia mengatakan, masih banyak habaib dan ulama yang layak dijadikan panutan ketimbang Habib Rizieq.

Habib Rizieq, ungkap Guntur, sudah dua kali masuk penjara dan saat ini menjadi terdakwa dalam sejumlah kasus, dan jika nanti diputuskan bersalah oleh pengadilan, maka eks pentolan FPI itu bakal dipenjara untuk ketiga kalinya.

"Kalau benar ini komen Bung Dahnil, saya setuju," tulis Guntur Romli, seperti dilihat netralnews.com, Senin (19/4/2021).

"Rizieq itu sudah pernah masuk penjara 2 kali, ini lagi di Pengadilan mau yang ke-3. Belum kasus-kasus yang lain. Padahal masih banyak ulama, Habaib lain yang masih jadi panutan," cuit @GunRomli.

Sebelumnya diberitakan, tangkapan layar sejumlah komentar akun Facebook Dahnil Anzar Simanjuntak soal Habib Rizieq, viral di media sosial pada Sabtu (17/4/2021).

Akun Dahnil yang bercentang biru itu menyinggung banyak hal mengenai Habib Rizieq ketika berbalas komentar dengan sejumlah netizen pendukung HRS di unggahan akun Facebooknya, Jumat (16/4/2021).

Salah satu topik yang diperdebatkan netizen dan juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu adalah mengenai sosok Habib Rizieq sebagai ulama.

Dalam tangkapan layar yang beredar, netizen pemilik akun Facebook Dhama Yanie mempertanyakan mengapa Dahnil tidak membela ulama yang menyerukan kebenaran.

“Ada ulama menyerukan kebenaran kok nggak dibela sih,” kata Dhama Yanie.

Menjawab pertanyaan netizen itu, Dahnil Simanjuntak mengatakan bahwa banyak ulama yang menyerukan kebenaran, bukan ulama yang suka memaki, menuduh sana sini bahkan memprovokasi.

“Ulama yang menyerukan kebenaran banyak sekali. Bukan ulama yang memaki orang sana sini, menuduh sana sini, provokasi dll, itu bukan ulama,” balas Dahnil.

Selain itu, Dahnil juga merespons komentar netizen bernama Sugeng yang menyinggung soal relasi Habib Rizieq Shihab dengan Muhammadiyah. Dahnil menyatakan, tidak ada warga Muhammadiyah yang beriman kepada Habib Rizieq.

“Tidak ada warga Muhammadiyah yang berImam ke HRS. Dakwah dia tak bersesuaian dengan Muh. Jadi koreksi kemuhammadiyahan mu kalau begitu,” jelas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.

Seperti diketahui, Habib Rizieq pernah dua kali masuk penjara dan menjadi narapidana, yakni di tahun 2003 dan 2008.

Tahun 2003, Habib Rizieq divonis 7 bulan karena terbukti secara sah dan meyakinkan menghasut, melawan aparat keamanan, dan memerintahkan merusak sejumlah tempat hiburan di Ibu Kota.

Tahun 2008, Habib Rizieq dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara karena terbukti bersalah terkait penyerangan massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang tengah berkumpul di Monumen Nasional, Jakarta.

Kini, Habib Rizieq berstatus terdakwa dalam tiga kasus yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, yakni kasus kerumunan di Petamburan, kasus kerumunan di Megamendung, dan kasus tes swab di RS Ummi Bogor.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli