Netral English Netral Mandarin
00:55wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Soal FPI, Pandji: Bubarin Ormas Gampang, Tapi yang Gampang Biasanya Solusi yang Salah

Jumat, 22-January-2021 00:07

Komika Pandji Pragiwaksono
Foto : Istimewa
Komika Pandji Pragiwaksono
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Komika Pandji Pragiwaksono mengatakan, membubarkan FPI adalah perkara mudah namun itu tidak menyelesaikan masalah karena FPI menyediakan bantuan bagi rakyat yang membutuhkan. 

Hal tersebut disampaikan Pandji dalam video berjudul "FPI Dibubarin Percuma? Feat Afif Xavi & Fikri Kuning" yang diunggah di kanal YouTube-nya pada (4/1/2021) lalu. 

Awalnya, Pandji menyebut bahwa sosiolog Thamrin Amal Tomagola pernah mengatakan bahwa FPI dekat dengan rakyat dan kerap memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, sementara NU dan Muhammadiyah disebut jauh dari rakyat karena terlalu tinggi dan elitis. 

"Pak Thamrin Tomagola bilang bahwa FPI itu hadir gara-gara dua ormas Islam yang gede itu udah jauh sama rakyat, itu Muhammadiyah dan NU, jauh ke bawah, mereka itu elit-elit politik. FPI waktu itu dekat ke rakyatnya," kata Pandji. 

"Kata Pak Thamrin Tomagola pintu rumahnya ulama-ulama FPI kebuka untuk warga, jadi orang kalau mau datang bisa. Nah, yang NU dan Muhammadiyah karena terlalu tinggi dan elitis, warga tuh nggak kesitu, warga justru ke nama-nama besarnya FPI," ucap dia. 

Pandji menambahkan, kebanyakan kelompok masyarakat kelas menengah berusaha menghindar ketika ada rakyat kecil yang ingin meminta bantuan. Hal tersebut, lanjutnya, berbeda dengan yang dilakukan FPI.

"Kebanyakan kelas menengah kalau ada yang assalamu'alaikum, lu pura-pura kagak ada di rumah, assalamu'alaikum nggak lu buka pintunya, gue aja kadang-kadang kayak gitu. Ada yang mau minta duit gue tutup pintunya," paparnya. 

"Nah ini ada masyarakat lagi butuh bantuan, kita tutup pintu kita, elitis tutup pintu, yang ngebuka siapa? FPI. Makanya mereka pada pro FPI. Makanya FPI ada ketika mereka butuhkan," terangnya. 

Untuk itu, Pandji berpendapat, pembubaran FPI tidak menyelesaikan masalah lantaran FPI menyediakan bantuan bagi rakyat yang membutuhkan. 

"Makanya gue pernah bilang, bubarin FPI itu gampang tapi nggak menyelesaikan masalahnya. Karena FPI menyediakan bantuan ketika rakyat lagi butuh. Selama lu nggak ngasih bantuan ketika rakyat lagi butuh maka rakyat kecil ini akan selalu nyari ormas lain untuk cari bantuan," jelas Pandji. 

Menurutnya, jika ingin ormas seperti FPI tidak menjadi besar, maka masalah sosial harus diselesaikan. "Jadi kalau lu nggak mau ormas itu nambah terus kekuatan dan nggak mau itu tambah gede ya lu juga harus menyelesaikan masalah sosial yang ada di lingkungan lu. Karena ketidakpedulian lu terhadap masalah sosial akan berbalik dalam bentuk permasalahan sosial lagi," tandasnya.

Pandji kemudian menyebut bahwa membubarkan ormas itu gampang, namun yang gampang biasanya merupakan solusi yang salah. Ditegaskannya, hal yang sulit dilakukan ada peduli pada masyarakat sekitar seperti yang dilakukan FPI. 

"Jadi bubarin ormas itu gampang, karena gue selalu bilang yang gampang itu biasanya solusi yang salah, yang susah adalah yang benar. Yang gampang adalah bubarin ormas, yang susah adalah peduli pada masyarakat sekitar, sebagaimana FPI peduli sama lingkungan terdekat," pungkas Pandji.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati