Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:38wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Soal Bom Makassar, Denny Siregar Sentil MUI: Bisanya Cuma Ngutuk

Senin, 29-Maret-2021 15:15

Pegiat Media Sosial Denny Siregar
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Denny Siregar
13

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar (DS) menyindir Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar.

Denny mengatakan, MUI hanya bisa mengutuk, tanpa mampu mencegah aksi teror. Menurutnya, aksi tersebut berawal dari penolakan verifikasi ulama.

"MUI cuman bisa mengutuk, tanpa mampu mencegah terorisme itu sejak awal. Seperti melakukan sertifikasi ulama misalnya," kata Denny dalam akun Twitternya.

"Mereka punya kuasa, tapi gak mampu menggunakannya. Sedih, kan ?" lanjut dia.

Sebelumnya Wakil Ketua Umum MUI, Buya Anwar Abbas, mengutuk aksi terorisme yang terjadi di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan, Ahad (28/3/2021) pagi.

Aksi terorisme itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan kekhawatiran di masyarakat.

"MUI mengutuk keras peristiwa (ledakan terorisme) pagi ini yang telah membuat ketakutan di tengah-tengah masyarakat dan telah membuat jatuhnya korban jiwa,” ujar Buya Anwar di Jakarta, Minggu. 

Dia mengatakan, aksi terorisme seperti itu tidak bisa diberikan toleransi. Sebab, tindakan keji itu tidak manusiawi dan melanggar nilai ajaran agama manapun.

MUI, lanjut dia, mendesak pihak keamanan seperti kepolisian lekas menindak pelaku sehingga terbongkar motif dan latar belakang pengeboman tersebut.

“MUI meminta pihak aparat  mencari dan menangkap pelaku dan atau otak intelektual dan pihak-pihak yang ada di balik peristiwa ini dan  membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji tersebut,” ujarnya.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati