Netral English Netral Mandarin
banner paskah
16:16wib
Singapura akan melarang masuk orang yang dalam 14 hari belakangan memiliki riwayat perjalanan ke India, negara yang kini sedang dilanda gelombang kedua pandemi Covid-19. Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 memutuskan untuk memperpanjang masa larangan mudik Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah.
Soal Benci Produk Asing, Roy Suryo Duga Jokowi Dapat Masukan Sesat dari Penjilat atau BuzzeRp

Kamis, 04-Maret-2021 20:41

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo.
Foto : Dokumentasi Netralnews
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Roy Suryo.
46

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengomentari pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta untuk terus menggaungkan kampanye cinta produk-produk dalam negeri, serta gaungkan juga membenci produk-produk dari luar negeri. 

Roy menduga, Jokowi membuat pernyataan demikian karena ada masukan 'sesat' dari orang dekat Presiden atau bisa jadi dari para pendengung bayaran alias buzzeRp. 

“Ini siapa lagi (Oknum Penjilat /BuzzerRp?) yang kasih masukan sesat terhadap Presiden?" tulis Roy di twitternya, @KRMTRoySuryo2, Kamis (4/3/2021).

Menurut Roy, ajakan mencintai produk dalam negeri, tidak harus diikuti dengan mengkampanyekan kebencian terhadap produk luar negeri.

"Mencintai produk dalam Negeri itu tidak harus dengan membenci Produk Luar Negeri,” cuit pakar telematika itu. 

Roy Suryo lantas menyinggung mobil dinas Presiden yang merupakan produk luar negeri. Ia menyebut, jika Presiden ingin mengkampanyekan untuk membenci produk asing, maka harus dimulai dari diri sendiri. 

"Itupun harus dimulai dari dirinya sendiri, Sudah siapkah ganti Mobil dinas dari Mercedes S-Class ke Esemka? AMBYAR, " sindir mantan politisi Partai Demokrat itu seraya memasang emoticon tertawa. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, salah satu tugas terpenting dari Kementerian Perdagangan adalah membela, melindungi dan memberdayakan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). 

"Kita harus membela, melindungi dan memberdayakan UMKM kita agar naik kelas. Ini adalah salah tugas terpenting Kementerian Perdagangan," kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (4/3/2021).

Selain itu, Presiden juga menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan harus punya kebijakan dan strategi yang tepat untuk mengembangkan pasar produk nasional. Sebagai contoh, Jokowi ingin agar lokasi strategis atau ruang depan pusat-pusat perbelanjaan diisi produk-produk nasional, khususnya UMKM. 

"Misalnya dengan mendukung program 'Bangga Buatan Indonesia'. Pusat perbelanjaan, mall, harus terus didorong. Jakarta sampai ke daerah dorong untuk memberikan ruang bagi produk-produk Indonesia, khususnya UMKM," ujarnya. 

"Jangan sampai ruang depan, lokasi-lokasi strategis justru diisi oleh brand-brand dari luar negeri. Ini harus mulai, geser, mereka (brand dari luar negeri) digeser ke tempat yang tidak strategis. Tempat yang strategi, lokasi yang baik berikan ruang untuk brand-brand lokal," jelasnya. 

Hal tersebut, lanjut Presiden, merupakan salah satu cara untuk menbranding produk-produk dalam negeri. "Branding harus melekat agar masyarakat lebih mencintai produk Indonesia dibandingkan produk luar negeri," ucap Jokowi. 

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, dengan jumlah penduduk yang begitu besar, seharusnya Indonesia memiliki konsumen yang loyal terhadap produk-produk dalam negeri.

"Karena penduduk Indonesia, penduduk kita berjumlah lebih dari 270 juta jiwa, seharusnya adalah konsumen yang paling loyal untuk produk-produk kita sendiri, 270 juta adalah jumlah yang besar, pasar yang besar," terangnya.

Untuk itu, Presiden kembali mengingatkan agar kampanye cinta produk-produk Indonesia terus digaungkan, serta gaungkan juga untuk membenci produk-produk dari luar negeri. 

"Ajakan-ajakan untuk cinta produk-produk kita sendiri, produk-produk Indonesia, harus terus digaungkan, produk-produk dalam negeri. Gaungkan juga benci produk-produk dari luar negeri," tutur Presiden. 

Jokowi menegaskan, kampanye cinta produk dalam negeri dan benci produk luar negeri penting dilakukan agar masyarakat menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia. 

"Bukan hanya cinta, tapi benci. Cinta barang kita, benci produk dari luar negeri. Sehingga, betul-betul masyarakat kita menjadi konsumen yang loyal sekali lagi untuk produk-produk Indonesia," tandas Presiden.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli