Netral English Netral Mandarin
banner paskah
10:10wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Soal Banjir Jakarta, Wagub Ariza Bandingkan dengan Zaman Jokowi

Jumat, 19-Februari-2021 20:00

Wagub DKI Ariza bandingkan bandir dengan zaman Jokowi.
Foto : Jagat Review
Wagub DKI Ariza bandingkan bandir dengan zaman Jokowi.
14

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Jakarta sejak Kamis kemarin menyebabkan genangan disejumlah titik. Meski demikian, genangan yang terjadi tak berdampak parah.

Demikian ditegaskan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Dirinya mencatat hanya 57 RT yang terendam, dari 30.470 RT yang ada di Jakarta.

"Alhamdulillah sampai hari ini yang terdampak ada 57 RT dari 30.470 jadi kecil sekali,” kata Ariza, sapaan akrab Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Namun, dirinya mengakui bahwa banjir pada Jumat ini paling parah selama Februari 2021.

Pasalnya ketinggian air di permukiman warga mencapai dua meter sebagaima na yang terjadi di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Imbasnya, ratusan kepala keluarga harus mengungsi.

"Jumlah pengungsi ada 182 kepala keluarga," tuturnya.

Ariza mengatakan, banjir 2021 tidak separah pada 2013 dan 2015 silam. “Kalau lihat data dari tahun-tahun sebelumnya terjadi penurunan signifikan,” ujar dia.

Ariza melanjutkan, banjir di era kepemimpinan Joko Widodo pada 2013 hingga mencapai 1.115 titik pengungsian. Kemudian turun di 2015 menjadi 337 pengungsian dan 2018 zero pengungsian.

“Di banjir 2019 ada 13 titik. 2020 70 titik, 2021 sedang kita rekap, sementara ada 1-2 titik pengungsian,” terang Ariza.

Ariza kembali menegaskan, banjir pada masa kepemimpinan Anies Baswedan jauh menurun. Dia memisalkan, di kawasan Condet, Jakarta Timur; dan Kalibata, Jakarta Selatan, kata dia kawasan itu dulu terendam sangat parah. Sementara kini banjir di dua tempat ini bahkan sangat cepat surut.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sulha Handayani