Netral English Netral Mandarin
banner paskah
05:20wib
KontraS menyatakan selama 100 hari kepemimpinan Jenderal Listyo, kondisi penegakan hukum dan HAM yang dilakukan oleh kepolisian tak kunjung membaik. Pemerintah Nepal tengah kelabakan karena jumlah kasus infeksi virus corona di negara itu melonjak 57 kali lipat, akibat penyebaran virus jenis mutasi dari India.
Soal Aksi Penembakan KKB, Kapolda Papua: Aparat Jangan Mudah Terpancing, Mereka Ingin Agar Anggota Keluar

Sabtu, 17-April-2021 06:00

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri.
Foto : Antara
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri.
6

JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri meminta aparat personel TNI-Polri tidak terpancing dengan berbagai aksi penembakan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB)."Jangan mudah terpancing karena itu yang mereka inginkan agar anggota keluar, sehingga KKB dapat menyerang dan melakukan penembakan," kata Fakhiri, di Jayapura, Jumat (16/4/2021).Dia mengakui, saat ini anggota mulai bergerak untuk melaksanakan penegakan hukum di Beoga terkait aksi penembakan yang dilakukan KKB, dan diperkirakan kelompok tersebut mulai bergerak ke berbagai daerah termasuk ke Ilaga.Menurut dia, anggota sudah bersiaga dan warga sipil terutama tukang ojek sudah diminta untuk tidak melayani penumpang keluar dari Ilaga."Kapolres Puncak sudah mengumpulkan tukang ojek dan diminta tidak beroperasi keluar Ilaga, guna menghindari terjadinya tindak kriminal," ujar Fakhiri seraya menambahkan, bila mereka tidak mengindahkan maka bila terjadi aksi kekerasan itu sudah menjadi risiko yang dihadapinya.Terkait anggota, mantan Wakapolda Papua Barat dan Papua itu memperkirakan, jatuhnya korban di kalangan TNI-Polri itu dapat membuat pasokan logistik KKB bertambah, baik itu senjata api maupun amunisi.Menurutnya, hal itu yang harus dihindari, sehingga bila mendengar bunyi tembakan, tidak perlu langsung bergerak dan keluar dari pos karena itu yang ditunggu oleh KKB, mengingat mereka lebih mengetahui medannya."Saya beserta seluruh jajaran TNI-Polri berupaya semaksimal mungkin untuk memulihkan kondisi keamanan di kawasan pegunungan termasuk di Intan Jaya dan Puncak," kata Kapolda Papua Irjen Pol Fakhiri pula.Tercatat selama bulan April, empat warga sipil tewas akibat ditembak KKB di Kabupaten Puncak, dua di antaranya berprofesi sebagai guru, satu pelajar, dan seorang tukang ojek.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati