Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:54wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Soal 'Kirim Santet ke Moeldoko', Iti Jayabaya Mengaku Cuma Analogi, FH Ngakak: Ini Lebih Bahaya...

Kamis, 11-Maret-2021 11:10

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
17

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Eks politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean (FH) mengomentari video unggahan netizen yang berisi klarifikasi Ketua DPD Demokrat Banten yang juga Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya soal ancaman mengirim santet kepada Moeldoko.

Dalam video itu, Iti Jayabaya mengaku bahwa ucapannya mengirim santet ke Moeldoko hanya sebuah analogi atau istilah untuk menunjukkan loyalitasnya kepada Partai Demokrat yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menurut Ferdinand, pernyataan Iti justru lebih berbahaya jika disebut sebagai analogi. Ia pun mengingatkan supaya Iti ke depannya lebih berhati-hati dalam membuat pernyataan.

"(emoji tertawa). Ini lebih bahaya lagi kalau dibilang analogi. Teh Iti kumaha iye teh? Analogi atas apa kirim santet? Duhhh," tulis Ferdinand di akun Twitternya, Kamis (11/3/2021).

"Semoga sahabatku Iti berhati-hati kedepan dalam bicara," cuit @FerdinandHaean3.

Seperti diketahui, nama Iti Octavia Jayabaya tengah menjadi sorotan publik gara-gara pernyataannya yang mengancam akan mengirim santet ke Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Ancaman itu dilontarkan Iti dalam Commander's Call, yang merupakan agenda rapat dan pertemuan antara AHY dengan perwakilan DPD seluruh Indonesia.

Rapat tersebut digelar untuk menyikapi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, yang menetapkan Moeldoko menjadi Ketua Umum Demokrat.

Dalam pernyataannya, Iti menegaskan, DPD dan DPC Demokrat Banten setia dan mendukung penuh kepemimpinan AHY serta menolak hasil KLB di Sumut.

"Kami menolak KLB ilegal dan Banten tidak gentar, kami tetap setia dengan ketum kami yang ganteng. Bapak Agus Harimurti Yudhoyono," kata Iti di kantor DPP Demokrat, Jakarta, Minggu (7/3/2021).

Untuk membuktikan dukungan kepada AHY, Iti mengaku siap terjun langsung menolak KLB di Sumut. "Kalaupun perintah lain kami harus turun berdemo, kami siap. Santet Banten akan dikirim untuk KSP Moeldoko! Terima kasih," ungkapnya.

Setelah pernyataannya soal Santet KSP Moeldoko heboh, Iti pun memberikan klarifikasi. Ia menyebut ucapannya itu hanyalah analogi dan sebagai bentuk loyalitasnya kepada Demokrat yang dipimpin AHY.

"Iya, itu kan analogi, istilah, istilah bahwa apapun yang terjadi, saya tetap akan berada di kepemimpinan Pak AHY, membela Demokrat, dan juga bagaimana menjadikan kedaulatan berdemokrasi. Artinya, Demokrat Banten apapun, kami siapa dan loyal kepada Pak AHY, kepemimpin Partai Demokrat yang sah," kata Iti Jayabaya kepada awak media, Selasa (9/3/2021).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli