Netral English Netral Mandarin
banner paskah
00:08wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Skuter Listrik Canggih Gogoro akan Bidik Pasar Asia Tenggara

Sabtu, 06-Maret-2021 17:00

Skuter listrik laku dalam sekejab.
Foto : Gogoro
Skuter listrik laku dalam sekejab.
34

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Selain menggunakan cara unik dalam penggantian baterai, skuter Gogoro yang diproduksi di Taiwan juga banyak memiliki fitur cerdas. Diantaranya, tersedia tempat colokan USB di pegangan kemudi atau bagian depan kemudi sehingga pengendara dapat ngecas baterai HP setiap saat. Nah, semua kepraktisan dan kecanggihan itu sebentar lagi mungkin akan kita dirasakan karena Skuter listrik Gogoro disebut tengah membidik pasar Asia Tenggara. 

Banyak fungsi skuter yang dapat disesuaikan melalui aplikasi eksklusif ponsel. Misalnya, data cuaca lokal dalam ponsel menunjukkan hujan, maka skuter otomatis akan dialihkan ke "Mode Cerdas Hujan" (Smart Mode) melalui aplikasi, membuat daya mesin skuter menjadi lebih ringan (mild), agar skuter tidak melaju terlalu kencang dan tergelincir.

Instal aplikasi eksklusif di ponsel dan nyalakan Bluetooth, selama pemilik kenderaan membawa ponsel saat mengendarai skuter, cukup menekan tombol start skuter untuk berkendara, tidak perlu mengeluarkan kartu kunci untuk menyalakan skuter. Saat meninggalkan skuter, skuter juga akan secara otomatis terkunci.

Aplikasi eksklusif skuter ini juga mempunyai fungsi navigasi ke GoStation terdekat, penyesuaian jenis cahaya lampu dan efek suara skuter, juga bisa mendeteksi kondisi skuter dan membantu mengatur jadwal servis kendaraan.

Ketika skuter dicuri, maka GoStation akan secara otomatis menolak untuk mengganti baterai skuter yang dicuri, dan kamera yang terpasang di GoStation akan memotret pengendara tersebut. Skuter ini juga dirancang tidak bisa menggunakan baterai dari skuter gogoro lain, sehingga skuter hasil curian tidak dapat memperoleh baterai yang baru setelah daya listrik habis digunakan, tingkat pencurian skuter Gogoro hampir menjadi nol.

Anehnya, Gogoro sendiri tidak mengaku sebagai perusahaan skuter listrik, melainkan sebagai perusahaan jaringan energi. GoStation yang banyak tersebar di seluruh Taiwan merupakan perangkat cerdas itu sendiri. Selain memiliki ratusan detektor yang dapat mengetahui informasi seperti suhu, kelembapan, dan intensitas gempa, juga dapat merekam dan menganalisis berapa lama penggunaan setiap baterai yang ditukar, dan pergi kemana saja.

GoStation selain untuk mengisi daya baterai listrik yang ada di stasiun pengisian, juga bisa disalurkan ke jaringan listrik untuk digunakan oleh bangunan lain. Pendiri Gogoro, Horace Luke, pernah mengatakan bahwa ketika kota dipenuhi GoStation, Gogoro bisa menjadi pusat pengaturan listrik kota.

Oleh karena baterai Gogoro yang setiap saat berpindah tempat mengikuti skuter dan mengganti baterai, setiap detik ada puluhan juta data dikirim kembali ke Gogoro, dan melalui AI (kecerdasan buatan) dan pembelajaran mendalam, pola pergerakan sebagian besar orang di kota dapat diprediksi!

Gogoro mendapat sambutan yang baik sejak diluncurkan di Taiwan, sekarang telah menjadi perusahaan dengan pangsa pasar skuter listrik tertinggi di Taiwan.

Keberhasilan model penggantian baterainya telah mempromosikan Gogoro ke Eropa dan Jepang, dan juga telah berhasil menarik perusahan skuter Taiwan lainnya untuk bergabung dalam Powered By Gogoro Network (PBGN), dimana dalam aliansi ini, skuter yang dirancang oleh perusahaan skuter lainnya dapat berbagi penggunaan baterai Gogoro dan sistem penggantian baterai, upaya ini meningkatkan wilayah pemasaran jaringan energi Gogoro.

Sasaran Gogoro selanjutnya juga termasuk memasuki pasar Asia Tenggara. Dan kita berharap Gogoro bisa segera mengaspal di Indonesia dengan segala kecanggihan dan kepraktisan penggantian baterai nya.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sulha Handayani