Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:50wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Skuad Merah Putih Dipaksa Mundur dari All England 2021, Ini Permintaan MPR kepada Pemerintah

Sabtu, 20-Maret-2021 05:21

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet)
Foto : MPR.go.id
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet)
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Tim Bulutangkis Indonesia dipaksa mundur dari ajang All England 2021 lantaran adanya satu penumpang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam pesawat yang tumpangi skuad Merah Putih dari Istanbul ke Birmingham, pada Sabtu (13/3/2021).

Menanggapi kabar tersebut, Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna untuk mendorong pertanggung jawaban Badminton World Federation (BWF) yang meminta Tim Bulutangkis Indonesia untuk mundur dari turnamen level Super 1.000 itu.

"Sangat menyayangkan kejadian tersebut dan meminta Ketua PBSI untuk mendorong pertanggung jawaban BWF yang meminta Tim Bulutangkis Indonesia untuk mundur dalam pergelaran pertandingan bulutangkis All England 2021 meskipun beberapa atlet telah lolos ke babak 16 besar," kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/3/2021).

Bamsoet juga meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI dan KBRI untuk terus melakukan upaya diplomasi dengan pemerintah Inggris dan pihak penyelenggara All England 2021 atas kasus yang dialami atlet badminton Indonesia.

"Seperti dengan melakukan komunikasi meminta penundaan sementara penyelenggaraan event bulutangkis All England 2021, mengingat seluruh tim Indonesia dinyatakan negatif dari Covid-19," ujar mantan Ketua DPR itu.

Ditegaskan Bamsoet, Kemenlu RI melalui KBRI harus terus mengawal kasus ini, disamping memastikan National Health Service (NHS) tidak melakukan tindakan diskriminatif dalam menetapkan keputusan tersebut kepada kontingen Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umum PBSI Agung Firman Sampurna menyatakan, tidak akan berhenti untuk memperjuangkan nasib tim bulu tangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari turnamen All England 2021.

"Kami tidak akan berhenti memperjuangkan kehormatan kita dalam ajang internasional. Jujur saya sangat kecewa, kami sudah melakukan persiapan maksimal, di saat yang sama menjalankan protokol kesehatan ketat. Ditambah lagi kami sudah melakukan dua kali vaksin," kata Agung dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Agung menegaskan akan meminta penjelasan dari pihak NHS, yang merupakan otoritas kesehatan Inggris, selaku pemberi rekomendasi kepada BWF untuk menarik timnas Indonesia dari All England.

Menurutnya, kasus ini perlu diselidiki mendalam agar diketahui secara pasti apakah skuad Merah Putih memang benar-benar melakukan kontak, sementara dari hasil uji usap PCR yang dilakukan BWF hari Sabtu diketahui seluruh anggota timnas baik atlet, pelatih, dan ofisial dinyatakan negatif Covid-19.

"Publik harus tahu, kami tidak bisa bertanding karena timnas dinyatakan berada satu pesawat dengan penumpang lain yang positif Covid. Tapi sampai sekarang kami tidak diberi tahu siapa penumpangnya itu, yang katanya juga berinteraksi dengan 24 anggota timnas. Itu tidak masuk akal," tegasnya.

Agung menduga, ada upaya menjegal langkah tim badminton Indonesia untuk berprestasi di All England 2021, lantaran skuad Merah Putih merupakan kandidat juara di ajang tahunan itu.

"Memang salah satu jalan untuk membuat Indonesia tidak bisa bertanding, karena kita memang pemain yang sangat berbahaya, dan kandidat juara 1 yang paling kuat, yang sudah mengalahkan Inggris. Jadi ini hal-hal yang sudah barangkali teman-teman penting untuk ketahui, inilah situasinya, fakta-faktanya,” ungkapnya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati