Netral English Netral Mandarin
banner paskah
20:57wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Siswi Wajib Berjilbab di Padang Kembali Heboh, Tuanku Rao Diungkit, Netizen: Masih Mau Dibodohi Melalui Agama?

Senin, 15-Maret-2021 10:20

Ilustrasi siswi mengenakan jilbab
Foto : Berita Heboh
Ilustrasi siswi mengenakan jilbab
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Di sosial media kembali heboh dengan pergunjingan terhadap kabar bahwa siswi SMA non-muslim yang beberapa silam dipaksa berjilbab kini mengalami perundungan. 

Di akun FB Mak Lambe Turah, Senin (15/3/21) banyak  netizen berkomentar bahkan ada uang ungkit sejarah Tuanku Rao di masa Belanda di mana masyarakat dipecah belah dan dibodohi melalui agama.

MLT: "Duh gusti..."

Alan Christian Malelak: "Udah pasti lah hal kek gini jangan dah ditanya apa lagi klo dibiarkan di sekolah2 negri pemerintah harusnya bertindak tegas karna rasisnya dimulai dari sekolah."

Kinah Sa: "Alhamdulillah makkk di lingkungan saya tinggal tdk ada skolah yg bgini negri atau pun swasta ,yg non atau muslim sama."

Wong Jowo: "Menteri pemdidikan,agama dan menteri dalam negeri jangan cuma bisa buat aturan, tapi harus ikut mengawal pelaksanaannya sampai ke masyarakat bawah."

Anto Dewananda: "Lha wong di islam sndri jilbab itu gak wajib lha koq non muslim diwajibkan berjilbab, aneeehhh...."

Kaisar Frans: "Ingat sejarah yg di pecah belanda melalui agama itu yg pekat ya pagaruyunglah,bisa2nya tuanku rao serbu tanah batak dengan dalih agama?? masih mau dibodohi dan dipecah melalui agama???"

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, kasus siswi Kristen yang disebut dipaksa berjilbab di Padang menuai perdebatan dalam masyarakat.

Ketika itu bahkan dikeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri sebagai tindak lanjut pemerintah atas kasus tersebut.

Lama tidak terdengar, kini muncul kabar baru bahwa siswi tersebut menjadi bahan perundungan (bully) di sekolahnya. Informasi ini disampaikan oleh Giorgio Jojo, barisan pendiri masyarakat MADANI di twitternya, @giorgiobanget pada Minggu, 14 Februari 2021.

Giorgio sendiri mengaku mendapat informasi dari seorang pendeta yang kontak WhatsApp-nya ia beri nama Pdt. Victor Rembeth.

“Kawan-kawan twitland, saya baru dapat Whatsapp dari kawan pendeta soal kasus Jenni yg tempo hari kasusnya ramai soal pemaksaan pakai Jilbab. Ternyata sekarang kondisinya begini. Pak pendeta ini mentor saya, dan aktif di gerakan interfaith,” tulisnya.

Seperti dapat dilihat dalam tangkapan layar yang diunggah oleh Giorgio, pendeta Victor Rembeth mengatakan bahwa Jenni rawan mendapat perundungan.

Jenni bahkan disebut ditinggalkan oleh para pendeta dengan alasan mencari selamat. 

Merespons informasi tersebut, Giorgio mengajak masyarakat dan juga lembaga-lembaga masyarakat untuk memberikan dukungan kepada Jenni. Dukungan tersebut berupa surat yang berisi dukungan moriil agar Jenni tidak merasa sendiri.

“Saya cuma bisa kasih dukungan bareng dengan kawan-kawan lain. Kalau ada yang bersedia namanya dicantumkan ikut mendukung surat dukungan ke Jenni, silahkan reply dengan nama lengkap. Nanti akan saya sampaikan ke Pak Pendeta. Draft suratnya begini,” tulis Giorgio.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto