Netral English Netral Mandarin
banner paskah
23:42wib
Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro. Kebijakan ini diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 20 April. Komite Eksekutif UEFA meresmikan format baru untuk kompetisi Liga Champions yang akan mulai digunakan pada musim 2024/2025.
Siswi SMKN Dipaksa Kenakan Jilbab, Muannas: Memalukan! Hindari kalo Masih Ada...

Sabtu, 23-January-2021 11:00

Siswi SMKN Dipaksa Kenakan Jilbab, Muannas Alaidid sebut Memalukan! Hindari kalo Masih Ada...
Foto : Istimewa
Siswi SMKN Dipaksa Kenakan Jilbab, Muannas Alaidid sebut Memalukan! Hindari kalo Masih Ada...
2

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menanggapi viral kasis siswi Nonmuslim di Padang dipaksa pakai jilbab oleh pihak sekolah, pengacara Muannas Alaidid mencuit pendek di akun Twitternya, Sabtu (23/1/21).

Menurutnya kasus tersebut sangat memalukan.

"Memalukan ! Hindari kalo masih ada sekolah dan pendidikan seperti ini," terang Muannas.

Sebelumnya, Kepala SMKN 2 Padang, Rusmadi telah menyampaikan permintaan maaf terkait masalah tersebut.

"Dalam menangani dan memfasilitasi keinginan dari ananda Jeni Cahyani kelas X untuk berseragam sekolah yang disebutkan dalam surat pernyataan, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran serta Bidang Kesiswaan dan Bimbingan Konseling dalam penetapan aturan dan tata cara berpakaian siswi," kata Rusmadi dalam jumpa pers di Padang, Jumat (22/1).

Kasus ini viral bermula ketika seorang siswi nonmuslim dipaksa memakai jilbab oleh pihak sekolah di salah satu SMK di Padang, Sumatera Barat. Informasi seorang siswi nonmuslim dipaksa memakai jilbab ini dibagikan Elianu Hia, orangtua siswi lewat media sosial.

Elianu Hia mengaku dipanggil pihak sekolah karena anaknya menolak memakai jilbab.

"Lagi di sekolah SMK Negri 2 Padang. Saya dipanggil karena anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu aja hasil akhirnya. Saya mohon didoakan ya," tulis Elianu Hia.

Dalam unggahannya itu, Elianu juga membagikan video live saat dirinya dipanggil pihak SMKN 2 Padang untuk membahas soal anaknya yang diminta memaka

Dalam video tersebut, terlihat salah seorang guru menjelaskan terkait aturan pakaian siswi di SMKN 2.

Guru itu mengungkapkan bahwa seluruh siswi di sekolah tersebut wajib memakai seragam, jilbab dan celana panjang abu-abu.

"Pakaian dan seragam, berkerudung untuk anak perempuan dan celana panjang abu-abu," kata sang guru dalam video itu.

Menurutnya, jika ada seorang siswi di SMKN 2 Padang tak mengikuti aturan terkait seragam tersebut maka pihak sekolah akan membahasnya dengan orang tua siswa yang bersangkutan.

"Jika tidak mengikuti aturan di sekolah, kita semua sepakat. Itu makanya kita bicarakan," ungkap guru tersebut.

Menanggapi pernyataan sang guru, orang tua dari siswi nonmuslim itu Elianu Hia mengaku keberatan dengan aturan seragam tersebut.

Pasalnya, kata Elianu, jika anaknya yang bukan penganut Islam dipaksa memakai jilbab maka hal itu dinilainya sebagai pembohongan identitas terhadap agamanya yang nonmuslim.

"Ini agama saya. Kalau (anak) saya memakai jilbab seakan-akan membohongi identitas agama saya pak," ungkapnya.

Elianu pun mengaku dengan adanya aturan seragam itu seolah-olah siswi yang nonmuslim di SMKN 2 Padang dipaksa masuk agama Islam.

"Seakan-akan (anak saya) dipaksa untuk masuk ke dalam agama Islam," ujarnya.

 

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto