Netral English Netral Mandarin
01:10wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Terungkap Siswi Bohong Soal Kartun Nabi tapi Guru Telanjur Dipenggal, Eko: Perkaranya Sepele, Anak Agama Diasong untuk Kepentingannya

Rabu, 10-Maret-2021 16:25

Orang-orang memberi penghormatan kepada guru sejarah Samuel Paty yang tewas dipenggal di Paris.
Foto : Reuters/CHARLES PLATIA
Orang-orang memberi penghormatan kepada guru sejarah Samuel Paty yang tewas dipenggal di Paris.
24

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kasus pembunuhan guru sejarah di Perancis bernama Samuel Paty pada Oktober 2020 lalu akhirnya terkuak.

Hal itu bermula setelah adanya pengakuan dari seorang siswi bahwa dia berbohong gurunya Samuel Paty menunjukkan karikatur Nabi Muhammad SAW di dalam kelas.

Dikutip dari The Guardian, Selasa, 9 Maret 2021, siswi berusia 13 tahun itu awalnya ingin mencegah ayahnya mengetahui bahwa dia telah diskors karena berulang kali tidak hadir di sekolah.

Eko Kuntadhi melalui akun pribadinya ikut menanggapi peristiwa berdarah tersebut. 

"Inilah akibatnya kalau mengasong agama. Niatnya cuma mau nutupi kebohongan dia diskor sekolah. Dia berbohong membawa isu agama. Akibatnya seorang guru dipenggal. Perancis dilanda keributan," kata Eko, Rabu (10/3/21). 

"Perkaranya cuma sepele. Anak Agama diasong utk kepentingannya," imbuhnya.

Sebelumnya dilansir Reutters dan dikutip Pikiran Rakyat, disebutkan bahwa siswi itu cuma mengarang cerita. Gadis itu mengarang dengan mengatakan guru sejarahnya, Samuel Paty, telah menginstruksikan siswa Muslim untuk meninggalkan kelas sehingga dia bisa menunjukkan "foto Nabi telanjang".

Pengacara gadis itu mengungkapkan bahwa kliennya telah mengkonfirmasi bahwa dia tidak benar-benar menghadiri kelas dan sedang sakit pada saat itu.

"Dia berbohong karena merasa terjebak dalam spiral karena teman-teman sekelasnya memintanya menjadi juru bicara," kata pengacara Mbeko Tabula.

Gadis itu dilaporkan memiliki riwayat masalah perilaku. Dia kemudian membuat klaim bahwa gurunya menyebarkan karikatur Nabi kepada ayahnya.

Setelah mendengar cerita itu, ayahnya yang marah, Brahim Chnina asal Maroko, berbagi video di Facebook. Dalam video itu dia mencela Paty dan meminta untuk dipecat dari sekolah menengah di Conflans-Sainte-Honorine.

Ayah gadis itu kemudian mengadu ke sekolah dan polisi dengan menuduh Paty bersalah karena "menyebarkan gambar porno", dan memicu tuduhan Islamofobia di sekolah.

10 hari setelah kebohongan siswi itu, gurunya Samuel Paty tewas dengan cara dipenggal oleh pria asal Chechnya bernama Abdullakh Anzorov. Pelaku kemudian tewas ditembak polisi.

Gadis itu dituduh memfitnah, sementara ayahnya Chinina dan seorang pengkhotbah Islam dituduh terlibat dalam pembunuhan itu.

"Segala sesuatu dalam penyelidikan menunjukkan sangat awal bahwa dia berbohong," kata pengacara Paty, Virginie Le Roy pada Selasa, 9 Maret 2021.

Kematian Paty mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh Prancis dan menyalakan kembali ketegangan di negara itu karena pemisahan yang ketat antara gereja dan negara bagian.

Tak hanya itu, Presiden Emmanuel Macron yang membela kartun Muhammad karena kebebasan berekspresi memicu protes massal dan pemboikotan barang-barang Prancis di banyak negara mayoritas Muslim.

Perancis memiliki sejarah kelam terkait karikatur Nabi Muhammad, Kantor Charlie Hebdo, majalah yang menerbitkan kartun Nabi menjadi sasaran serangan pada tahun 2015 dan menyebabkan 15 orang tewas.

Selain itu, setelah komentar Macron tentang pembunuhan Paty, tiga orang tewas dalam serangan teroris di sebuah gereja Katolik di Nice pada 29 Oktober 2020.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto