Netral English Netral Mandarin
banner paskah
04:37wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Siswa SMA Desak HRS Bebas Ternyata gegara Dimanfaatkan Simpatisan FPI, Netizen: Ormas Ini Bisanya Cuman Bikin Kasus

Minggu, 04-April-2021 12:20

Ilustrasi sejumlah siswa SMA di Sumbar yang menuntut HRS dibebaskan
Foto : Istimewa
Ilustrasi sejumlah siswa SMA di Sumbar yang menuntut HRS dibebaskan
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Penyebab aksi sejumlah siswa SMA di Sumbar yang viral karena mendesak Habib Rizieq Dibebaskan akhirnya terkuak melalui penjelasan  Kepala Sekolah SMA tersebut.

Sang Kepala Sekolah menyebutkan bahwa siswa dimanfaatkan oleh oknum simpatisan FPI.

Di akun FB Mak Lambe Turah, banyak netizen memberikan komentar pedas.

MLT: “Ormas ini ko banyak kasusnya.”

Kuntara: “Yaaa... karena ormas ini bisanya cuma bikin kasus.”

Eko Joyo Sentiko: “Anak anak SMA kok yo nurut bodohnya.”

Jauhari Anwar: “Percuma kalo cuma menyesalkan tanpa ada tindakan,tidak ada efek jera...harusnya kalo memang sekolahan tidak tahu dan tidak setuju ya laporkan...”

Ali Nursea: “Pecat aja kepsek dan semua gurunya. Dan bagi siswa yg terlibat dikasih nilai standar atau tidak lebih dari 5.”

Sebelumnya diberitakan, Kepala Sekolah SMA N 1 Ulakan Tapakis, Padang Pariaman, Afniati menceritakan kronoligis video viral pelajar dari sekolahnya menyerukan pembebasan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab beberapa waktu lalu. 

Video tersebut ramai di sosial media khususnya di Sumatra Barat pada Kamis (1/4). Seruan ini beredar di berbagai sosial media seperti twitter dan tiktok.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami para pemuda dan siswa siswi SMA Ulakan Tapakis meminta kepada rezim bebaskan imam besar kami Habib Rizieq Shihab. Takbir, Allahu Akbar, takbir Allahu Akbar, takbir Allahu Akbar. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh," kata salah seorang pemuda yang diikuti semua pelajar yang ada di video yang terlihat dari twitter @mukiyo_nggombal, Kamis (1/4).

Berdasarkan pantauan Republika, video tersebut terlihat diambil di belakang Masjid Raya Ulakan. Tepatnya di depan Makam Syekh Burhanuddin Ulakan.

Afniati menjelaskan, video tersebut dibuat usai pelaksanaan Ujian Sekolah Daring Berbasis Web (USDBW). Anak kelas VII secara berkelompok pergi ke kompleks Makam Syekh Burhanuddin Ulakan untuk tradisi 'malapeh niek' atau membayar nazar pada Selasa (16/3). 

Apa yang dilakukan pelajar SMA N 1 Ulakan ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan masyarakat sekitar pada umumnya. Di sana kelompok pelajar kelas XII itu foto bersama seangkatan.

"Di sela-sela berfoto itulah dimanfaatkan oleh oknum yang belakangan diketahui simpatisan FPI," ujar Afniati.

Pihak sekolah pun meminta maaf kepada atasannya Kepala Dinas Pendidikan Sumbar karena merasa lalai menjaga dan memantau aktivitas pelajar di luar sekolah.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto