Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:44wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Siswi Non-Muslim di Padang Tolak Berjilbab, EK: Dikuasai PKS, Caramu Beragama kok Mengerikan?

Jumat, 22-January-2021 13:58

Siswi Non-Muslim di Padang Tolak Wajib Berjilbab, EK: Dikuasai PKS, Caramu Beragama kok Mengerikan?
Foto : Istimewa
Siswi Non-Muslim di Padang Tolak Wajib Berjilbab, EK: Dikuasai PKS, Caramu Beragama kok Mengerikan?
10

PADANG, NETRALNEWS.COM - Kasus siswi diminta membuat pernyataan karena tidak bersedia mengenakan jilbab hebohkan warganet. Kali ini terjadi di salah satu sekolah SMK Negeri di Padang Sumatera Barat.

Pegiat media sosial Eko Kuntadi angkat bicara.  Melalui akun Twitternya, Jumat (22/1/21), Eko mengatakan: "Di Padang, wilayah yang dikuasai PKS. Terjadi lagi siswi Kristen dipaksa pakai jilbab. Padahal dia sekolah di sekolah negeri."

"Kenapa caramu beragama kok, mengerikan begitu?" imbuh Eko.

Sementara sebelumnya diberitakan, seorang siswi asal Nias yang bersekolah di SMK Negeri 2 Kota Padang harus berurusan dengan sekolah, dikarenakan ia diwajibkan untuk memakai jilbab.

Orang tua dari siswi yang bukan beragama Islam tersebut dipanggil pihak sekolah untuk membicarakan peraturan kewajiban dari SMKN 2 Kota Padang.

Pihak yang menemui orang tua siswa tersebut adalah seorang guru di bidang kesiswaan, bukan Kepala Sekolah SMKN 2 Padang.

Pihak sekolah menyatakan bahwa kewajiban semua siswi baik muslim mau pun non muslim untuk menggunakan jilbab di sekolah sudah merupakan peraturan sekolah yang diputuskan oleh Kepala Sekolah.

Orang tua siswi non-muslim mempertanyakan bahwa tidak ada peraturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mengenai kewajiban siswi non-muslim untuk memakai jilbab di sekolah. Karena sekolah megeri bukanlah sekolah swasta yang memang bisa saja mengeluarkan aturan tersendiri khusus di sekolah tersebut.

Berdasarkan penelusuran SintesaNews.com, biang kerok dari pemaksaan siswi non-muslim untuk mengenakan jilbab di sekolah negeri berasal dari 16 tahun lalu saat Walikota Padang dijabat oleh Fauzi Bahar, tahun 2005.

Sayangnya pemerintah pusat di jaman tersebut tak pernah mengurusi masalah pemaksaan yang membahayakan hubungan antar umat beragama ini.

Padahal sejak itu muncul terus suara-suara protes orang tua siswi yang non-muslim dipaksa untuk menggunakan jilbab di sekolah.

Kemarin baru muncul lagi persoalan ini setelah ada orang tua siswi non-muslim merekam pembicaraannya dengan guru di bidang kesiswaan SMKN 2 Kota Padang.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto