Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:29wib
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem mulai Rabu (14/4) hingga Kamis (15/4). Cuaca ekstrem ini diakibatkan Siklon Tropis Surigae. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut semua komponen utama yang digunakan dalam pengembangan Vaksin Nusantara diimpor dari Amerika Serikat.
Singgung Kembali Ceramah TZ yang Rendahkan Ulama Jawa, Ferdinand: Kalian Sesat!

Kamis, 28-January-2021 17:23

Ferdinand Hutahaean
Foto : Istimewa
Ferdinand Hutahaean
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Politisi Ferdinand Hutahaean kembali menyinggung ceramah Tengku Zulkarnain tahun lalu, yang dinilai merendahkan masyarakat dan ulama Jawa. Menurut Direkut Eksekutif Energy Watch Indonesia itu ceramah tersebut tidak mewakili masyarakat atau bahkan ulama Sumatera, hanya mewakili perasaan dan pribadi Tengku Zul semata serta Natalius Pigai yang ikut mendukungnya.

“Ceramah @ustadtengkuzul

 tdk mewakili siapapun kecuali mewakili perasaan dan personality nya Tengku Zul dan

@NataliusPigai2,” tulis Ferdinand di akun Twitternya, Kamis (28/1/2021).

Lagi pula, kebhinekaan Indonesia, kata Ferdinand sudah teruji kuat.

“Negeri ini sdh puluhan tahun berdiri dan sejak sblm berdiri jd negara merdeka tak pernah ada keributan soal suku. Kalian sesat..! “ imbuhnya.

Ceramah Ustad Tengku Zulkarnain yagn dinilai merendahkan masyarakat dan ulama Jawa sebetulnya sudah terjadi sejak tahun lalu, namun belakangan diviralkan lagi oleh netizen. Dalam video yang beredar, ia menyebut salah satu kebiasaan masyarakat Jawa yang pamit dengan berjalan mundur.

Menurutnya, kebiasaan tersebut dinilainya lucu. Bebeda dengan kebiasaan dan budaya adat Sumatera. “Kalau Jawa pulang nampak idung, karena dia mundur jalannya. Biarkan kami ustad-ustad Sumatera dengan gaya Sumatera,” katanya.

Dia juga menyebut ulama Jawa jika berceramah di Sumatera juga tidak akan didengarkan oleh umat. Pasalnya, ulama Jawa disebutnya terlalu kalem dan akan membuat umat tertidur.

Atas hal itu, Muanas Alaidid menyebut, ceramah Tengku Zulkarnain itu terindikasi melanggar pasal 16 juncto Pasar 4 huruf b angka 2 UU nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis serta melanggar pasal 156 KUHP.

Ceramah TZ itu kemudian diamini oleh Pigai. Menurutnya, apa yang disampaikan Zulkarnain adalah cukup mewakili perasaan mayoritas suku dan ras di luar Jawa.

 “Saya kira Ustad Tengku telah mewakili perasaan mayoritas luar Jawa,” tulis Pigai di akun Twitternya, Selasa (28/7/2020) silam.

Akitivis asal Papua ini juga menyatakan, bahwa selama ini Indonesia ‘dikuasai’ oleh suku Jawa.

Itu berdasarkan sosok-sosok para pemimpin di Indonesia sejak memproklamirkan diri merdeka pada 17 Agustus 1945 silam.

Pun demikian dengan kekayaan Indonesia yang selama ini lebih banyak mengalir ke Jawa.

“74 tahun Presiden, Wakil Presiden, mayoritas menteri Jawa, kekayaan mengalir ke Jawa,” kata Pigai.

Ia pun lantas menyinggung keadilan sebagaimana mestinya bisa juga dirasakan oleh wilayah lain selain Jawa.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Sesmawati