Netral English Netral Mandarin
banner paskah
07:05wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Sindir Kubu KLB Deli Serdang, Andi Arief: Saya Dengar Namanya Partai Gagal Kudeta 'PGK'

Senin, 22-Maret-2021 20:42

Andi Arief
Foto : Istimewa
Andi Arief
9

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief kembali menyindir pihak-pihak yang berupaya mengkudeta Partai Demokrat pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lewat gelaran Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara beberapa waktu lalu.

Menurut Andi, KLB Deli Serdang yang digagas oleh sejumlah eks politisi Partai Demokrat itu merupakan acara deklarasi partai lokal bernama Partai Gagal Kudeta (PGK).

Andi menyebut bahwa yang menjadi Ketua Umum Partai Gagal Kudeta adalah Gede Pasek Suardika, kemudian Jhoni Allen Marbun sebagai sekjen, dan Muhammad Rahmad menjabat ketua majelis tinggi.

Diketahui, Gede Pasek Suardika merupakan mantan petinggi Partai Demokrat yang saat ini menjabat sebagai Sekjen Partai Hanura.

Sementara Jhoni Allen kini menjabat Sekjen Demokrat versi KLB, dan Muhammad Rahmad sebagai wasekjen sekaligus juru bicara Demokrat versi KLB. Keduanya juga merupakan mantan petinggi Partai Demokrat.

"Selamat atas lahirnya Partai lokal yang dideklarasikan di Deli Derdang. Nama Partainya saya dengar Partai Gagal Kudeta (PGK)," tulis Andi di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Senin (22/3/2021).

"Ketum Gede Pasek, Sekjen Joni Allen, ketua majelis tinggi Muhammad Rahmad," sindir @Andiarief_.

Ssbelumnya diberitakan, KLB Partai Demokrat di Deli Serdang pada (5/3/2021) lalu, menetapkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat periode 2021-2025. Dalam KLB itu juga diputuskan bahwa kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono demisioner. 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati