Netral English Netral Mandarin
00:52wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Sindir Anies Soal Banjir, TG: Yang Protes Melawan Sunatullah, Tuhan Tidak Suka

Rabu, 10-Februari-2021 18:20

Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
Foto : Istimewa
Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi
15

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait banjir yang kembali melanda sejumlah titik di Ibukota pada Senin (8/2/2021). 

Melalui akun Twitternya, Teddy mengunggah foto genangan air dan menyebut bahwa kondisi itu merupakan "proses Sunnatullah" air masuk ke dalam tanah. Menurutnya, jika ada yang protes kondisi itu maka melawan Sunnatullah dan Tuhan tidak suka. 

Hal tersebut disampaikan Teddy untuk menyindir Anies yang pada kampanye  Pilkada DKI 2017 lalu mengkritik cara penanganan banjir Pemprov DKI era kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

Kala itu Anies menyebut "Ini melawan sunnatullah. Kenapa? karena air turun dari langit ke bumi bukan ke laut, harusnya di masukkan ke dalam bumi, masukkan ke tanah. Di seluruh dunia air itu di masukkan ke tanah, bukan di alirkan pakai gorong-gorong raksasa ke laut, jakarta telah mengambil keputusan yang fatal".

"Ini adalah Proses Sunnatullah. Menunggu air masuk ke dalam tanah. Kalau ada yang protes, artinya melanggar Sunnatullah. Tuhan Tidak Suka.. @aniesbaswedan," tulis Teddy dalam unggahan di akun Twitternya, Selasa (9/2/2021). 

Diketahui, sejumlah titik di Jakarta pada Senin (8/2/2021) kembali terendam banjir usai hujan yang mengguyur sejak Minggu malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, terdapat 42 RW dan 150 RT yang terdampak banjir di sejumlah wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Dari jumlah itu, tercatat 1.029 jiwa mengungsi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati