Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:00wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Sindir AHY? TG: Dulu Main Kuda-kudaan, Sekarang Kudeta-kudetaan, Dasar Bocah

Selasa, 02-Februari-2021 11:43

Ketua Umum Partai Demokrat AHY.
Foto : Demokrat
Ketua Umum Partai Demokrat AHY.
3

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Teddy Gusnaidi menyindir adanya "bocah" yang sedang main "kudeta-kudetaan".

Hal tersebut disampaikan Teddy di tengah ramainya pemberitaan soal pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai adanya upaya kudeta atau mengambil alih kursi kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

"Dulu biasanya main kereta-keretaan, main kuda-kudaan, sekarang main kudeta- kudetaan. Dasar bocah.. (Emoji tertawa)," tulis Teddy di akun Twitter-nya, Selasa (2/2/2021).

Sebelumya, AHY mengatakan saat ini ada gerakan politik yang ingin mengambil alih posisi ketua umum partainya secara paksa. AHY mengungkapkan bahwa upaya "kudeta" kepemimpinan Partai Demokrat itu melibatkan pejabat pemerintahan di lingkaran dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," kata AHY dalam konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Agus Yudhoyono, Senin (1/2/2021).

Lebih lanjut, putra Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima, gerakan tersebut sudah mendapatkan dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dalam permasalahan ini. Karena itu, tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini," jelas AHY.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani