Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:04wib
Pemerintah melalui Kementerian Agama memutuskan awal puasa atau 1 Ramadan 1442 Hijriah di Indonesia jatuh pada Selasa (13/4/2021). Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) setuju penggabungan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Setahun Pandemi Covid-19, Politisi Demokrat: Pemerintah Jangan Profit Oriented

Kamis, 04-Maret-2021 05:40

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari
Foto : DPR.goid
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari
23

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sudah satu tahun pandemi virus corona (Covid-19) melanda Indonesia. Sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020 lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir dalam waktu dekat.

Terkait hal itu, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari menilai, penanganan Covid-19 setahun terakhir ini di Indonesia tidak maksimal. Pemerintah disebutnya masih terkesan lebih condong pada penanganan ekonomi daripada kesehatan.

"Hal itu terlihat dari penunjukkan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 kepada Menko Ekonomi Airlangga Hartanto. Sementara posisi Menteri Kesehatan tidak banyak diberi peran dalam penanganan Covid-19," kata Lucy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (3/3/2021). 

Menurutnya, alokasi anggaran untuk bidang kesehatan juga tidak sebesar bidang ekonomi. Ini menguatkan penilaian pemerintah menomorduakan pendekatan kesehatan dalam penanganan Covid-19.

"Walaupun harus diakui, khusus penanganan vaksinasi, Menteri Kesehatan diberi peran. Hanya saja data warga yang akan divaksin dinilai tidak akurat," ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya itu. 

Selain itu, Lucy menyebut bahwa Menteri Kesehatan tidak diberi peran yang memadai dalam menentukan jenis vaksin yang akan digunakan. Anehnya, kata Lucy, malah Kementerian BUMN dan Kementerian Luar Negeri yang berperan besar dalam pembelian vaksin.

Lucy menejelaskan, vaksin yang digunakan paling banyak produk Sinovac yang efektivitasnya paling rendah diantara vaksin produk lainnya. Karena itu,  dikhawatirkan vaksinasi secara nasional tidak akan berjalan efektif.

"Apalagi dari info yang saya terima, banyak tenaga kesehatan yang setelah divaksin dua kali justeru terpapar Covid-19. Hal ini membuat kita sedikit pesimis dengan hasil vaksin produk Sinovac," ungkapnya. 

Kekhawatiran itu, lanjutnya, akan semakin besar dengan masuknya mutasi virus Covid-19 yang baru (B.11.7) di Indonesia. Lucy pun mengaku sangat pesimis vaksin Sinovac efektif mengatasi mutasi virus Covid-19. 

"Saya berharap, penanganan Covid-19 jangan terlalu profit oriented. Kesan itu harus dihilangkan agar masyarakat menilai pemerintah memang sungguh-sungguh dalam penangan Covid-19," pungkasnya.  

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sesmawati