Netral English Netral Mandarin
07:59wib
Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen masyarakat setuju sekolah dan rumah ibadah dibuka kembali meski masih di tengah kondisi pandemi corona. Data pengguna Facebook yang mencapai 533 juta, baru-baru ini dikabarkan telah dicuri hacker. Facebook menyatakan, tak akan memberi tahu data siapa saja yang telah dicuri.
Seruput Kopi di Kaliangkrik Menyatu dengan Alam Pedesaan

Minggu, 04-April-2021 17:25

Menyeruput kopi Kaliangkrik
Foto : Kemenparekraf
Menyeruput kopi Kaliangkrik
2

MAGELANG, NETRALNEWS.COM - Tak lengkap jika jalan-jalan ke suatu daerah tanpa mencicipi kulinernya. Jika Anda kebetulan sedang berwisata ke kawasan Magelang, mampirlah ke tempat menyeruput kopi.

Tempatnya berada di ruang terbuka dan menyatu dengan alam sekitarnya. Hawa yang sejuk, hidangan panganan kecil dan tak ketingglan kopi hitamnya yang kental dan nikmat. Jika Anda datang ke sini, sekaligus bisa eduwisata dan menambah pengetahuan tentang kopi.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno berharap produk kopi di Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, bisa naik kelas dan diterima oleh pecinta kopi nusantara.

Eduwisata kopi mulai dari petik hingga merasakan kopi secara langsung jadi atraksi menarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kaliangkrik yang terkenal dengan pesona alam di bawah kaki Gunung Sumbing atau Nepal Van Java.

"Kopi Kaliangkrik ini enak rasanya, terasa ada rasa madunya. Program petik sampai mencicipi seperti ini menarik bagi wisatawan. Ini perlu dikembangkan dan dilestarikan di Dusun Pengkol," ujar Sandiaga, belum lama ini.

Sandiaga Uno menjelaskan kopi menjadi penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet, dan kakao. Dalam 5 tahun terakhir pertumbuhan kopi meningkat, dari tahun 2018-2019 konsumsi domestik mencapai 4.800 kantong berkapasitas 60 kilogram atau 288 ton.

"Orang luar negeri mengenal kopi Indonesia yaitu Java. Sedangkan produsen kopi terbesar di dunia Ethiopia dan Uganda, mari kita ambil peran untuk bisa melestarikan kopi Indonesia hingga semakin terkenal di pentas dunia," ujarnya.

Menurut Sandi, agrowisata bukan hanya berwisata tapi juga belajar tentang budidaya kopi. Sehingga wisatawan tidak hanya sekadar menikmati destinasinya tapi juga teredukasi dengan tata kelola hingga budidayanya tersebut.

"Saat pandemi ini hanya dua sektor yang berkembang pertama digital dan kedua pertanian. Kita perlu memperbaiki dan memperkuat destinasi ini agar semakin berkualitas sehingga perlu infrastruktur dasar yang berkualitas, saya merasakan betul," katanya.

Ia menegaskan ke depan pihaknya akan hadir di Dusun Pengkol kedepan akan mendukung dari pelatihan, SDM, pemasaran dan Industri unggulannya. Sehingga kedepan tidak hanya menjual biji kopi, tapi yang belum diproduksi.

"Dan yang paling penting industri ini menjadi unggulan serta masyarakat sejahtera," ujar Sandiaga Uno.

Menparekraf bersama Perkumpulan Wisata Otomotif Indonesia (PWOI) melakukan program Tikung (Telusuri Dukung dan Jalani) Nusantara menggunakan motor Gesits yang cocok digunakan pada spot-spot eco-tourism seperti di Kecamatan Kaliangkrik sebagai moda transportasi yang ramah lingkungan.

Saat melakukan eduwisata kopi ke Dusun Pengkol, Menparekraf Sandiaga Uno menjajal Motor Gesits karya anak bangsa sejauh 10 kilometer dari Kecamatan Kaliangkrik hingga finish di teras Nepal Van Java Dusun Butuh. 

Reporter : Sulha
Editor : Sulha Handayani