Netral English Netral Mandarin
banner paskah
18:25wib
Isu reshuffle kabinet kian mengemuka pasca rencana penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud. Satgas Penanganan Covid-19 memastikan pengembangan vaksin Merah Putih tetap berjalan dan tidak terpengaruh peleburan Kemenristek dengan Kemendikbud.
Sentil Prabowo-Sandi, Haikal Hassan: Ironi, Yang Didukung Masuk Istana, Pendukung Masuk Penjara

Senin, 28-December-2020 21:20

Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center) Haikal Hassan.
Foto : Istimewa
Sekretaris Jenderal Habib Rizieq Shihab Center (HRS Center) Haikal Hassan.
18

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Habib Rizieq Shihab (HRS) Center, Haikal Hassan curhat soal perjuangan dan pengorbanannya dalam mendukung Capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 lalu.

Haikal menceritakan, dirinya keliling Indonesia bahkan sampai ke Australia dan Eropa untuk mengkampanyekan Prabowo-Sandi agar memenangkan pilpres.

Bahkan, lanjut Haikal, ia sampai menjual mobilnya untuk membayar saksi demi menjaga Pilpres 2019 agar berlangsung dengan adil.

“Saya keliling dalam negeri. Lalu keliling Eropa, Australia. Belum cukup? Jual mobil…Buat berikan saksi… agar adil," tulis Haikal di akun Twitter-nya, Minggu (27/12/2020).

Ironinya, juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu menyebut, capres-cawapres yang didukung kini masuk Istana, sedangkan pendukungnya masuk penjara.

"Tapi, Inilah kita…Hidup di zaman yang didukung jadi presiden dan wapres masuk Istana, dan pendukungnya masuk penjara. Ironi. Ah..lupakan,” kata @haikal _hassan.

Seperti diketahui, di Pilpres 2019 lalu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kalah dari pasangan Capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Namun kini, Prabowo dan Sandi masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju yang dipimpin Jokowi-Ma'ruf. Prabowo menjadi Menteri Pertahanan (Menhan), sementara Sandiaga menjabat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian