Netral English Netral Mandarin
banner paskah
14:31wib
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Inspektur Jenderal Istiono bakal memberi sanksi dua kali lipat kepada personelnya yang kedapatan meloloskan pemudik pada 6-17 Mei 2021 mendatang. Presiden Joko Widodo meminta semua anggota Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga tinggi negara untuk tidak mengadakan acara buka puasa bersama di tengah pandemi virus corona (Covid-19).
Sentil Pendukung Anies, DS: Cuman Ngewarnain aja Bangganya ke Ujung Langit, Akhirnya Bebas Banjir gitu?

Minggu, 17-January-2021 16:31

Sentil  Pendukung Anies, DS: Cuman Ngewarnain aja Bangganya ke Ujung Langit, Akhirnya Bebas Banjir gitu?
Foto : Istimewa
Sentil Pendukung Anies, DS: Cuman Ngewarnain aja Bangganya ke Ujung Langit, Akhirnya Bebas Banjir gitu?
102

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memamerkan hasil pengecatan atap rumah yang berwarna-warni di sekitar flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pengecatan itu kini sudah rampung.

Tampilan baru atas rumah di sekitar flyover itu diunggah di akun Instagram Pemprov DKI Jakarta @dkijakarta pada Sabtu (16/1/2021). Terlihat ada beberapa foto dan satu video yang diunggah akun Instagram resmi Pemprov DKI itu.

Foto dan video itu terlihat diambil dari udara. Tampak tampilan atap yang berwarna-warni di atap rumah sekitar flyover tersebut. Terlihat juga gambar ondel-ondel yang menambah hiasan dari atap rumah itu.

"Selamat siang, dari kawasan jalan layang tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan! Sejak 2 Desember 2020 lalu, permukiman warga di sekitar kawasan ini dipercantik, dengan pengecatan tematik menggunakan cat warna-warni, melibatkan 218 rumah warga di wilayah RW, 01, 02, 03 dan 05," demikian keterangan yang ada dalam unggahan tersebut.

Program ini disebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI dengan Dewan Kesenian Jakarta.

"Program beautifikasi yang kini telah rampung ini adalah hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta yang membuat desain, perusahaan produksi cat, dan warga," bunyi dalam keterangan.

Foto-foto tersebut kemudian viral di sosial media. Minggu (17/1/21), akun Twitter Geisz Chalifah @GeiszChalifah ikut membagikan dan mencuit: "Selamat hari minggu salam dari kota yg kata kaum Otak Dikit Pemimpinnya ga bisa kerja. Harap maklum kalau kaum OD bicara, otaknya ga nyandak."

Uniknya, pegiat media sosial Denny Siregar ikut meretweets cuitan Geisz Chalifah katanya: "Wong cuman ngewarnain aja, bangganya ke ujung langit.. Trus, manfaatnya buat warga Jakarta apa ? Akhirnya Jakarta bebas banjir gitu?"

"Eh, proyek catnya berapa M kalo boleh tau?" tanya Denny.

Sementara sebelumnya dilansir Detik.com, pengecatan genting-genting rumah warga yang berada di sekitar flyover tapal kuda ini sempat menjadi sorotan dari DPRD DKI. Fraksi PDIP mempertanyakan urgensi dan anggaran pengecatan.

"Tapi kan begini, benar kita lagi PSBB, makanya kita tanya, sementara anggaran-anggaran yang lain, yang sangat dibutuhkan, (malah) keluar yang tidak dibutuhkan. Apakah ini (pengecatan rumah warga di sekitar flyover tapal kuda) sudah kebutuhan mutlak sekarang? Kalau itu kebutuhan mutlak, monggo," kata Wakil Ketua Fraksi PDIP Pandapotan Sinaga kepada wartawan, 20 Agustus 2020.

"Tapi, kalau bukan kebutuhan mutlak, kalau hanya estetika, indah dilihat, sementara kita COVID, sebaiknya tunda dulu," imbuhnya.

Pandapotan mengingatkan APBD DKI tidak bisa saja seenaknya digunakan tanpa persetujuan DPRD. Kecuali, sebut dia, anggaran yang digunakan berasal dari kocek pribadi Gubernur DKI Anies Baswedan.

"Iya (sebetulnya) sah-sah saja (Anies ingin rumah di sekitar flyover tapal kuda sewarna). Tapi jangan dipaksakan dalam kondisi ini, supaya nggak (jadi) sorotan," sebut Pandapotan.

Sama halnya dengan Fraksi NasDem yang mempertanyakan tujuan dari pengecatan itu.

"Urgensinya apa? Saya rasa sih nggak ada urgensinya, yang penting kan fungsi tapal kudanya itu yang diutamakan, dibanding pengecatan rumah estetikanya apa?" kata Wakil Ketua Fraksi NasDem DKI Nova Harivan Paloh kepada wartawan, 6 Desember 2020.

Lagi pula, menurut Nova, tidak semua masyarakat bisa melihat hasil pengecatan itu. Dia mengatakan bagian atap rumah hanya bisa dilihat dari langit.

"Saya rasa itu kalau dilihat biar estetika, estetika dari mana? Estetika dari helikopter doang. Mau dilihat dari mana itu kan nggak mungkin, itu bisa dilihat kalau kita liat helikopter dari atas," ujarnya.

Reporter : Taat Ujianto
Editor : Taat Ujianto