Netral English Netral Mandarin
banner paskah
15:17wib
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberi peringatan kepada sembilan provinsi untuk bersiap siaga dari potensi hujan petir disertai angin kencang yang akan terjadi hari ini. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menambah jalur yang bakal disekat oleh kepolisian selama masa larangan mudik Lebaran pada 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.
Sentil MUI, Jika ada Teror Bom Gereja, EK Salahkan Dai Seperti Yahya Waloni

Sabtu, 03-April-2021 14:15

Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
Foto : Istimewa
Pegiat Media Sosial Eko Kuntadhi
10

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Pegiat media sosial (medsos) Eko Kuntadi menanggapi isi ceramah pendakwah Ustadz Yahya Waloni.

Eko menyatakan, jika kelak ada bom di gereja, dirinya manyalahkan Ustadz Yahya Waloni.

Dirinya pun menyentil MUI yang tak mengeluarkan sertifikat pendakwah dan membiarkan ceramah Yahya Waloni menyebar ujaran kebencian.

"Kalau besok ada orang yang kembali meledakan Gereja, ya karena dai-dai asal jeplak begini dibiarkan terus berkeliaran," kata Eko dalam akun Twitternya.

"Jika MUI gak bisa melakukan sertifikasi penceramah, gak usah juga mengutuk-ngutuk teroris. Wong, mereka membiarkan ujung masalahnya," ujarnya lagi.

Sebelumnya pendakwah, Ustadz Yahya Waloni dalam isi ceramahnya menyebut Firman Tuhan umat Kristen semua palsu.

Bahkan, ia menantang orang Kristen untuk melaporkan dirinya terkait ucapannya tersebut.

Hal itu diungkapkan Yahya Waloni lewat video ceramahnya yang tayang di kanal Youtube Termometer Islam, seperti dilihat pada Jumat 2 April 2021.

Dalam tayangan video berjudul ‘Mengupas Tentang Kekristenan’, Yahya Waloni menantang umat Kristen untuk melaporkan ke pengadilan terkait isi ceramahnya itu.

“Saya begini keras, ceramah ke sana kemari orang Kristen gak lapor saya ke pengadilan. Coba lapor, coba laporkan saya, baru doktor saya akan muncul,” ujar Yahya.

Ia pun lantas menyebut ibadah umat Kristen yang dilakukan tiap hari Minggu adalah omong kosong.

Reporter : Wahyu Praditya P
Editor : Sesmawati