Netral English Netral Mandarin
banner paskah
09:58wib
Presiden Joko Widodo mengingatkan jajaran kepala daerah untuk berhati-hati menghadapi potensi pandemi Covid-19 gelombang kedua. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan pemerintah masih memiliki utang penugasan sebesar Rp1,27 triliun kepada perusahaan.
Selasa Pagi Nilai Tukar Rupiah Melemah, Ini Penyebabnya

Selasa, 13-April-2021 10:15

Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
Foto : Istimewa
Ilustrasi Rupiah dan Dolar AS
6

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (13/4/2021) pagi, melemah tertekan kenaikan imbal hasil (yield) obligasi Amerika Serikat. 

Pada pukul 9.52 WIB, rupiah melemah 13 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.608 per dolar AS, dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.595 per dolar AS. 

"Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS naik seiring pasar yang mencerna pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell bahwa bank sentral AS masih berkomitmen untuk mempertahankan kebijakan longgar," tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (13/4/2021). 

Tingginya tingkat imbal hasil obligasi AS didorong ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS yang solid karena didukung stimulus besar dan upaya vaksinasi yang agresif di AS. 

Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik ke level 1,67 persen pada Senin (12/4/2021) setelah Powell menegaskan kembali komitmen The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter yang longgar atau dovish. 

Selanjutnya pada hari ini pasar akan menantikan data Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan rilis pada pukul 19.30 WIB. 

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup melemah di rentang Rp14.585 per dolar AS hingga Rp14.610 per dolar AS," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. 

Pada Senin (12/4/2021) lalu, rupiah ditutup melemah 30 poin atau 0,21 persen ke posisi Rp14.595 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.565 per dolar AS.

Reporter : Sesmawati
Editor : Sesmawati